RM.id Rakyat Merdeka - Upaya mempererat hubungan sosial budaya Indonesia dan Afrika Selatan kembali diperkuat melalui Festival Kramat 2025 yang berlangsung di Macassar, Cape Town, 18-20 April 2025.
Festival ini menjadi ruang penting untuk mempererat kedekatan emosional antara masyarakat Indonesia dan komunitas Cape Malay, keturunan masyarakat Melayu Nusantara yang telah menetap ratusan tahun di Afrika Selatan.
Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa Festival Kramat merupakan momentum untuk menjaga dan memelihara hubungan bersejarah tersebut.
“Festival ini menjadi wahana untuk memelihara kedekatan budaya dan tradisi Indonesia–Cape Malay,” ujarnya dalam sesi utama Golden Hour yang disiarkan langsung oleh radio Voice of the Cape.
Baca juga : Analis Yakin Indonesia Bisa Hadapi Tarif Resiprokal Trump: Sudah Diantisipasi
Macassar, lokasi penyelenggaraan Festival, dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar dari Kerajaan Gowa yang diasingkan Belanda ke Cape Town pada tahun 1694.
Sosok Syekh Yusuf tidak hanya memperkenalkan Islam di Afrika Selatan, tetapi juga menginspirasi perjuangan anti-apartheid, termasuk tokoh besar Nelson Mandela. Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Syekh Yusuf pada tahun 1995 dan 2005.
Festival Kramat tahun ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya Nusantara. Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Minangkabau, dan Tari Dendang Mangkassara dari Makassar menggugah semangat peserta. Dendang Maumere pun mengajak pengunjung ikut berdendang bersama.
Selain pertunjukan seni, KJRI Cape Town juga mempromosikan ragam produk Indonesia. Indomie, Kopiko, minyak angin Geliga, hingga batik menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan penuh juga datang dari diaspora Indonesia di Cape Town yang turut meramaikan festival.
Baca juga : Tanpa APBN, Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Ramadan Hingga Nobar Timnas
Dalam kesempatan itu, Konjen Tudiono memperkenalkan program kelas Bahasa Indonesia yang telah memasuki gelombang keenam, hasil kerja sama KJRI Cape Town dengan Kemendikdasmen RI. Ia juga mempromosikan program beasiswa bagi warga Afrika Selatan untuk melanjutkan studi seni, budaya, dan ilmu lainnya di Indonesia.
Pihak KJRI juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Indonesian Folk Market ke-3 dan Indonesian Film Festival ke-2 yang akan digelar pada Oktober dan November mendatang.
Dalam salah satu sesi festival yang membahas situasi Palestina, Konjen RI menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan bangsa Palestina.
“Pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung perjuangan Palestina sebagaimana tercantum dalam alinea pertama pembukaan Undang-Undang Dasarnya, ‘Bahwa kemerdekaan itu sesungguhnya adalah hak segala bangsa, oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,’” tegasnya.
Baca juga : Warga Eks Kampung Bayam Happy Ending
Ia juga mengutip pernyataan Presiden Sukarno, “As long as the freedom of Palestine has yet to be returned to the Palestinians, then it will forever be for Indonesia to stand in defiance against the occupation by Israel.”
Konjen menambahkan, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak hanya melalui diplomasi, tetapi juga bantuan kemanusiaan, termasuk pendirian rumah sakit di Gaza, pengiriman obat-obatan, dan pemberian beasiswa kepada 81 pelajar Palestina hingga Juni 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.