RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dijadwalkan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus di Roma, Italia. "Kami tak sabar untuk hadir!" tulis Trump via Truth Social, Senin (21/4/2025).
Trump juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di negaranya, untuk menghormati wafatnya Paus Fransiskus.
"Paus Fransiskus adalah orang yang sangat baik, yang mencintai dunia. Dia mencintai orang-orang yang sedang mengalami masa sulit. Dan itu baik bagi saya," tutur Trump.
Baca juga : Sampaikan Duka Cita, Penasihat Kapolri Kenang Berkat Doa Dari Paus Fransiskus
Seorang Paus yang masih menjabat, terakhir kali meninggal dunia pada tahun 2005. Dia adalah Paus Yohanes Paulus II. Ketika itu, Presiden George W. Bush dan mantan Presiden Bill Clinton menghadiri pemakaman Paus Yohanes Paulus II di Roma.
Melansir BBC, Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina pada 17 Desember 1936. Anak tertua dari lima bersaudara itu dikenal gemar menari tango dan menjadi fans berat klub sepak bola lokal, San Lorenzo.
Paus Fransiskus muda menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru, karena mengalami penyakit pneumonia parah.
Baca juga : Menko PMK Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Paus Fransiskus
Paus Fransiskus juga pernah bekerja sebagai penjaga klub malam dan penyapu lantai, sebelum lulus sebagai seorang ahli kimia.
Jelang tutup usia, Paus Fransiskus menjalani perawatan intensif selama lima minggu di RS Gemelli Roma (14 Februari 2025-23 Maret 2025) karena penyakit pneumonia bilateral. Setelah itu, dia lanjut menjalani pemulihan di kediamannya, Casa Santa Marta.
Meski kondisi kesehatannya buruk, Fransiskus yang merupakan salah satu paus tertua dalam sejarah gereja, terlihat beberapa kali di depan umum di Vatikan selama Pekan Suci, dengan acara puncak pada Minggu Paskah (20/4/2025).
Baca juga : Ucapan Duka Cita Pemimpin Dunia Atas Wafatnya Paus Fransiskus
Dalam pesan Paskah terakhirnya, Paus Fransiskus gencar menyerukan perdamaian dunia, baik itu Gaza, Rusia-Ukraina, dan seluruh konflik di muka bumi.
Pada hari yang sama, Paus Fransiskus juga menerima kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance.
Pertemuan itu terjadi setelah Paus Fransiskus mengkritik kebijakan deportasi pemerintahan Trump dan mendesak umat Katolik untuk menolak narasi anti-imigran, dalam serangan langsung yang tidak biasa terhadap pemerintah AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.