RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menggelar forum diskusi bertajuk "Pacific Ocean: The Current and Future Direction" di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Dalam diskusi ini, disebutkan bahwa Samudera Pasifik merupakan kawasan yang akan menjadi arah kebijakan geopolitik, ekonomi dan sosial di masa mendatang, di mana berbagai aktivitas akan terpusat di kawasan tersebut.
"Pasifik akan menjadi pusat aksi di masa depan," ujar mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya.
Pasifik Sebagai Pusat Geopolitik Masa Depan
Dia meletakkan dasar argumentatif pandangannya itu pada letak geografis kawasan tersebut dan adanya minat yang besar dan terus meningkat dari negara-negara besar terhadap kawasan tersebut.
"Saya berbicara tentang Amerika Serikat, China, Jepang, dan Uni Eropa," ujarnya.
Sayangnya, Indonesia sebagai negara yang paling dekat dengan Pasifik, menurut dia, belum banyak berperan di kawasan tersebut.
"Bagi saya ini sangat menarik. Saya katakan menarik, mengapa? Karena Indonesia memang bagian dari Pasifik," katanya.
Baca juga : ICWA Bahas Peran Strategis Indonesia Di Pasifik: Ekonomi Hingga Pembangunan
Di sebelah barat dan selatan, wilayah Indonesia diapit oleh Samudra Hindia. Sementara di sebelah timur, wilayah Indonesia diapit oleh Samudra Pasifik, dengan sebagian wilayahnya memang berada di Pasifik.
Dia menjelaskan, ada lima alasan mengapa suatu negara terhubung dengan suatu kawasan. Di antaranya karena hubungannya secara geografis, budaya, sosial, politik dan ekonomi.
Oleh karena itu, selama menjadi Dubes di Selandia Baru, yang memiliki peran sangat penting bagi kawasan tersebut, Tantowi mengatakan dia berupaya meningkatkan hubungan persahabatan masyarakat Indonesia dengan masyarakat-masyarakat di Kawasan Pasifik.
"Saya berkeliling universitas. Saya berkeliling sekolah, hanya untuk membuat mereka mengerti mengapa kami peduli dengan Anda. Mengapa kami peduli dengan Pasifik. Bukan karena alasan politik. Itu hanya karena kita bersaudara. Kami peduli dengan kesejahteraan, stabilitas, dan pembangunan di kawasan itu," bebernya.
Kemitraan Indonesia-Fiji dan Peran Strategisnya
Mengingat peran strategis kawasan tersebut bagi Indonesia, Tantowi mendorong berbagai pemangku kepentingan di tanah air untuk terus meningkatkan hubungan persahabatan dengan negara-negara di kawasan Pasifik lainnya.
Diskusi ini, lanjut Tantowi juga sangat pas dilaksanakan karena bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Fiji Sitiveni L. Rabuka ke Indonesia sebagai sebuah kemajuan besar secara politik dalam hubungan persahabatan kedua negara.
Dia berpendapat kunjungan itu dilakukan karena Indonesia dianggap memiliki arti penting bagi Fiji. Kunjungan itu juga dimaksudkan untuk memperbarui hubungan bilateral mengingat kedua negara saat ini sama-sama memiliki pemimpin baru.
Baca juga : Kolaborasi Lintasarta dan NVIDIA Percepat Adopsi AI di Indonesia
Selain itu, Tantowi juga menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan PM Fiji, bahwa Indonesia dan Fiji merupakan sama-sama negara Pasifik merupakan kemajuan yang luar biasa.
"Itu kemajuan yang luar biasa," katanya, seraya menambahkan bahwa hal itu adalah dorongan yang selama ini dia upayakan saat menjadi duta besar.
Tantowi mengatakan, dia berupaya ada klaim dari Pemerintah RI bahwa Indonesia adalah negara Pasifik karena Indonesia merupakan bagian dari negara-negara di Kawasan Pasifik.
Morotai: Singapura Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono mendorong agar Indonesia segera mempersiapkan Pulau Morotai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah tren relokasi industri dari China dan Amerika Serikat.
Menurutnya, Morotai dapat menjadi alternatif logistik dan manufaktur yang lebih efisien dibanding Singapura yang dinilai semakin mahal dan padat.
“Untuk mengatasi kesenjangan antara Indonesia bagian barat dan timur, kita harus menciptakan ‘Singapura baru’ di Morotai,” ujarnya.
Darmono menilai bahwa banyak perusahaan asing akan mencari lokasi baru untuk produksi, dan Indonesia perlu menyiapkan infrastruktur serta SDM yang siap pakai.
Baca juga : Budi Arie: Kopdes Merah Putih, Jawaban Persoalan Ekonomi Bangsa
Dia menyoroti pentingnya membangun kawasan industri lengkap dengan pelabuhan, pendidikan vokasi, dan pelatihan teknis di wilayah timur.
Menambahkan, Dubes Selandia Baru untuk Indonesia Philip Taula menyampaikan apresiasinya terhadap upaya ICWA dalam mempromosikan kawasan Pasifik.
"Dlam sepuluh tahun periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan sekarang diteruskan Presiden Prabowo, keterlibatan Indonesia di wilayah kepulauan Pasifik menunjukkan peningkatan," pujinya.
Selandia Baru, lanjut Dubes Taula, merasakan bahwa tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari Pasifik akan menumbuhkan kesejahteraan dan perdamaian Pasifik.
"Untuk itu Selandia Baru sebagai mitra Indonesia akan bekerja sama dalam mempercepat pembangunan di negara-negara Pasifik," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.