Dark/Light Mode

Ekonom Asing Masih Optimis Prospek Ekonomi Indonesia Baik

Rabu, 19 Maret 2025 11:13 WIB
Ilustrasi hidupnya perekonomian. (Foto : Kemenkeu)
Ilustrasi hidupnya perekonomian. (Foto : Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Ekonom Juwai IQI Shan Saeed yang berbasis pusat di Malaysia masih optimis dengan prospek ekonomi Indonesia dengan perkiraan bisa tumbuh hingga 5% tahun ini.

“Dengan menerapkan dan fokus pada strategi multifaset, Indonesia dapat menciptakan perekonomian yang lebih tangguh dan dinamis. Saya tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia,” kata Shan Saeed dalam keterangannya kepada media, Rabu (19/3).

“Di Juwai IQI, kami memperkirakan PDB Indonesia akan tumbuh antara 4,5% hingga 5% pada tahun 2025,” lanjutnya.

Menurut dia pemerintah Indonesia dapat melakukan satu hal penting dalam hal ini, yaitu  memberikan kepercayaan kepada investor lokal untuk mendorong pertumbuhan dan menarik investasi asing langsung (FDI) ke dalam perekonomian.

Baca juga : Panggil Airlangga, Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional

“Fokus pada ekonomi domestik adalah kunci utama. Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai hasil PDB yang diinginkan pada tingkat makro,” ungkapnya.

Menurutnya, semua mata kini tertuju pada langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang bertekad untuk melakukan reformasi ekonomi dan sosial guna membawa perekonomian ke tingkat pertumbuhan selanjutnya yang menguntungkan rakyat.

“Solusinya? Memberikan kepercayaan kepada investor lokal yang memiliki dana untuk diinvestasikan di dalam negeri agar momentum pertumbuhan tetap terjaga,” paparnya. 

Investor lokal, menurutnya, memiliki kemampuan untuk menginjeksi dana ke dalam perekonomian, mempercepat roda ekonomi, dan pada akhirnya menarik kembali investor asing ke Indonesia.

Baca juga : Menkop: Kopdes Merah Putih Dongkrak Tatanan Sosial Dan Ekonomi Pedesaan

Ia juga memaparkan, ada beberapa strategi yang bisa menjadi motor titik balik perekonomian Indonesia di 2025.

Salah satunya dengan meningkatkan infrastruktur transportasi, energi, dan digital untuk mendorong produktivitas. Investasi infrastruktur memiliki korelasi langsung dengan pertumbuhan PDB.

Dukungan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), juga sangat penting untuk penciptaan lapangan kerja dan inovasi. Saat ini, terdapat 64,2 juta UMKM yang berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB Indonesia.

Dalam hal tenaga kerja, UMKM mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja, yaitu sekitar 119,6 juta orang. Namun, hanya sekitar 17,5 juta pelaku UMKM yang telah memasuki ekosistem digital dan memanfaatkan e-commerce. Tenaga kerja produktif menjadi pendorong utama prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga : Etana Dukung Inovasi Pengobatan Penyakit Ginjal Di Indonesia

Selain itu, penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan pasar untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil. Investasi dalam pendidikan perempuan juga dapat mengubah arah ekonomi Indonesia.

China berhasil mengurangi kemiskinan dengan berinvestasi dalam pendidikan perempuan, mengangkat 800 juta orang keluar dari kemiskinan dalam 39 tahun terakhir.

Langkah lain dengan mendorong Inovasi serta membangun lingkungan yang kondusif bagi startup dan kemajuan teknologi. Inovasi dan adopsi teknologi dapat memperkuat prospek ekonomi di tingkat makro.

Lalu dengan memperkuat hubungan perdagangan dan menarik investasi asing untuk mendiversifikasi ekonomi. Perdagangan regional ASEAN, Afrika, dan GCC (Gulf Cooperation Council) adalah pasar kunci seiring dengan perubahan cepat dalam prospek ekonomi global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.