BREAKING NEWS
 

AS Boyong Pemuda ASEAN Ke Lokakarya Ekonomi Biru YSEALI Di Batam

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 26 April 2025 18:40 WIB
Aksi nyata pemuda ASEAN mengikuti Lokakarya Regional Ekonomi Biru Young Southeast Asian Leaders Initiative di Batam, Rabu (23/4/2025). (Foto Kedubes AS Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia dan Singapura memboyong 59 anak muda dari negara anggota Perhimpunan Asia Tenggara (ASEAN) dan Timor Leste ke Batam dan Singapura untuk menghadiri Lokakarya Regional Ekonomi Biru Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) pada 21-25 April 2025.

Program ini difokuskan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan inovasi industri di seluruh sektor maritim di ASEAN dan Timor Leste. Lokakarya ini dikembangkan atas kerja sama dengan Biji-biji Initiative dari Malaysia, Divers Clean Action dari Indonesia, dan Seastainable dari Singapura.

Dikutip dari keterangan tertulis Kedubes AS, Jumat (25/4/2025), para peserta memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan jaringan untuk mendorong solusi bisnis yang transformatif dalam ekonomi biru untuk menciptakan masyarakat pesisir yang lebih aman, lebih kuat, dan lebih makmur di wilayah tersebut.

“Ini adalah pertama kalinya dua Kedutaan Besar AS mensponsori bersama lokakarya regional YSEALI, dan ini merupakan kesempatan yang menarik untuk melihat bagaimana Indonesia dan Singapura memajukan ekonomi biru,” ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir. 

Baca juga : Rapuhnya Pertahanan Ekonomi Wirata

Dubes Lakhdhir menambahkan, gembira bisa melihat lokakarya regional yang mengeksplorasi ekonomi biru, yang merupakan kunci bagi kemakmuran ekonomi masa depan di Kawasan Indo-Pasifik.

Selama lokakarya, para peserta mengikuti serangkaian seminar yang dipimpin oleh para pakar, dan diskusi panel mengenai teknologi kelautan, penyimpanan dan kredit karbon, perikanan dan akuakultur, pariwisata pesisir, serta pelayaran dan transportasi laut. 

Adsense

Mereka juga mempelajari Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN dan prakarsa pemerintah lainnya untuk memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. 

Para pembicara dari Amerika Serikat, Fiji, Mikronesia, Singapura, dan Indonesia turut serta dalam program ini.

Baca juga : Kemensos Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Potensi Lokal

Kunjungan industri ke Pusat Pengembangan Budidaya Laut Batam dan Mangrove Setokok memberikan pemahaman langsung terhadap peluang ekonomi dalam ekonomi biru.  

Para peserta akan menyelesaikan lokakarya ini tidak hanya dengan wawasan dan strategi, tetapi juga dengan rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk mendorong transformasi ekonomi di negara asal mereka. 

Tim yang terpilih akan menerima dana melalui program hibah kecil, yang memungkinkan mereka untuk mengimplementasikan proyek-proyek yang mendorong inovasi industri dan perluasan ekonomi regional.

“Inti dari YSEALI adalah gagasan yang sederhana namun kuat: bahwa cara terbaik untuk memastikan masa depan yang lebih aman, lebih kuat, dan lebih sejahtera adalah dengan berinvestasi pada generasi penerus pembawa perubahan,” ujar Kuasa Usaha Kedubes AS di Singapura Casey Mace. 

Baca juga : Gabung OECD Pertama Di ASEAN, Ekonom CSIS Puji Airlangga

YSEALI merupakan program unggulan Pemerintah AS untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jaringan di Asia Tenggara yang diluncurkan pada 2013.

Melalui berbagai program dan kegiatan, termasuk pertukaran pendidikan dan budaya AS, pertukaran regional, dan pendanaan awal, YSEALI berupaya membangun kemampuan kepemimpinan pemuda di kawasan ini, memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara, serta membina komunitas ASEAN. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense