BREAKING NEWS
 

Peringatan 80 Tahun Kemenangan Dalam Perang Patriotik Raya (1941-1945)

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 5 Mei 2025 08:04 WIB
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Oleh: Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Dubes Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, Dubes Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov, dan Dubes Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov

Tahun ini, kami memperingati 80 tahun Kemenangan atas Na­zisme. Perang Dunia II atau yang lebih dikenal rakyat negara-negara pecahan Uni Soviet sebagai Perang Patriotik Raya, adalah salah satu perang yang paling berdarah dalam sejarah umat manusia. 

Sekitar 27 juta warga negara Uni Soviet mengorbankan nyawa mereka dalam perjuangannya melawan Nazisme. Mereka mem­berikan kontribusi yang menen­tukan dalam menyelamatkan dunia dari penyebaran ideologi kebencian terhadap kemanusiaan.

Selama tiga tahun pertama yang panjang dan paling berat dalam Perang Patriotik Raya, seluruh republik bekas Uni So­viet praktis berjuang sendirian melawan kaum Nazi. Selagi menyusun rencana penaklukan, Nazi secara terbuka menyatakan niat mereka untuk memecah belah masyarakat dan meng­hancurkan negara. Namun hal itu tidak terjadi, terutama karena warga dari semua latar belakang kebangsaan bersatu di bawah panji perjuangan demi kebe­basan dan kemerdekaan Tanah Air bersama dan memberikan pukulan telak kepada musuh. 

Baca juga : Arsjad Ingatkan RI untuk Ambil Peluang di Tengah Perang Tarif

Merupakan kewajiban kita ber­sama untuk menjaga dengan penuh hormat kenangan sejarah akan peristiwa-peristiwa tragis tersebut, akan pengorbanan jutaan orang yang gugur demi perdamaian dan kemakmuran generasi mendatang. 

Keberanian dan pengabdian mereka menjadi simbol kemenangan atas ideologi intoleransi dan kekerasan. 

Adsense

Solidaritas, saling percaya dan semangat gotong royong antar­bangsa merupakan salah satu pelajaran paling berharga dari Perang Dunia II yang menjadi warisan tak ternilai dan tidak bo­leh hilang dalam situasi apa pun. Namun demikian, kita menyaksi­kan adanya kecenderungan untuk memutarbalikkan fakta sejarah, meninjau ulang hasil politik, hukum, dan moral dari perang tersebut, serta meremehkan kon­tribusi bangsa-bangsa Uni Soviet dalam mengalahkan Nazisme.

Dalam beberapa kasus, bahkan tindakan individu yang berkolaborasi dengan rezim Nazi dibenarkan, sementara kenangan ten­tang para pahlawan dan korban perang mengalami peninjauan ulang yang tidak berdasar. Upaya untuk merehabilitasi Nazisme dan penyangkalan atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah dilakukan, tentu saja menimbul­kan keprihatinan serius. 

Baca juga : Wamenaker Jalan Santai Jelang Perayaan MayDay

Sesuai dengan putusan Pengadilan Nuremberg yang secara hukum mengukuhkan makna Kemenangan atas Nazisme, ke­jahatan yang dilakukan kaum Nazi dan para kolaboratornya tidak memiliki batasan waktu hukum (tidak bisa kedaluwarsa). Kami menganggap segala tinda­kan yang bertujuan menghancur­kan atau menodai monumen dan makam pahlawan-para pejuang dari berbagai bangsa yang telah mengorbankan nyawa mereka di Altar Kemenangan, di mana pun monumen tersebut berada, sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. 

Menjaga sikap hormat terha­dap warisan sejarah tetap menjadi elemen penting dalam kerja sama kemanusiaan internasional. Kami menyambut baik resolusi tahunan yang diterima Majelis Umum PBB yang berjudul “Memerangi pemuliaan Nazisme, neo-Na­zisme dan bentuk-bentuk praktik lainnya yang berkontribusi terha­dap peningkatan bentuk-bentuk rasisme modern, diskriminasi rasial, xenofobia, dan intoleransi yang terkait dengannya.” 

Kami melihat dukungan luas terhadap dokumen penting ini, termasuk dari Republik Indonesia, sebagai konfirmasi tekad komunitas internasional untuk tidak membiarkan terulangnya kesalahan tragis masa lalu dan membangun masa depan berdasarkan prinsip persatuan. 

Hari Kemenangan adalah hari yang sejatinya milik rakyat, sebuah hari yang suci. Ini adalah hari yang sangat emosional bagi kita semua. Hari ini, kami mengheningkan cipta untuk mengenang semua orang yang nyawanya terenggut oleh Perang Patriotik Raya, men­genang saudara-saudara kita dan menghormati para pahlawan kita. 

Baca juga : Perkuat Literasi Keuangan, Jasaraharja Putera Gandeng UIN Suska Riau

Hari Kemenangan memper­satukan kita. Kami yakin bahwa penghormatan terhadap kenangan masa lalu dan keinginan un­tuk mencapai perdamaian tetap menjadi tiang utama bagi masa depan yang stabil dan aman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense