BREAKING NEWS
 

Kolaborasi Inggris Dan RI Bikin Akses Digital Mudah Masuk Pelosok

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 5 Mei 2025 15:32 WIB
Kepala Digital dan Urusan Sosial Kedutaan Inggris Samuel Hayes (kiri), Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan (tengah), Direktur Common Room Gustaff H Iskandar (kanan) di Palmerah, Jakarta, Jumat (2/4/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Menara ini berfungsi sebagai struktur untuk menyebarkan sinyal nirkabel dengan jangkauan jarak jauh. Selain ramah lingkungan, menara bambu juga menghemat biaya infrastruktur dan bisa langsung dirawat masyarakat.

"Kini, ada lima Menara Internet Bambu di seluruh Indonesia, termasuk satu di Sumba. Duta Besar Inggris (Dominic Jermey) mengunjungi menara ini pada Februari 2024. Ia sangat gembira bertemu dengan masyarakat setempat dan mendengar bagaimana mereka menggunakan akses digital untuk meningkatkan mata pencaharian dan hasil pendidikan," ujar Hayes.

Baca juga : Wapres Apresiasi Peran BINUS Kembangkan Talenta Digital Dan Ekosistem AI

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dari Kementerian Desa Mulyadin Malik mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dua negara. Menurutnya, akses internet dewasa kini sudah menjadi hak dasar masyarakat. Salah satunya untuk peringatan potensi bencana. Sebab itu pemerintah berkomitmen untuk digitalisasi desa-desa, bekerja sama dengan swasta maupun pihak internasional.

"Menggabungkan material lokal dengan teknologi digital untuk menyediakan akses internet di daerah, desa dan pedesaan, bukan hanya tentang menyediakan konektivitas tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat beradaptasi dengan konteks lokal dan memanfaatkan kearifan lokal untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan,” kata Mulyadin.

Baca juga : Kolaborasi Polri Dan Pemerintah Sukses Kerek Produksi Jagung

Direktur Common Room Gustaff H. Iskandar mengatakan, solusi untuk mengatasi kesenjangan setiap daerah tidak sama. Sebab itu, komunitas masyarakat itu sendirilah yang mengetahui tantangan bagi daerahnya.

Di pameran ini menampilkan prototipe inovatif, kesenian, budaya dan dokumentasi perjalanan akses digital di 11 wilayah di Indonesia selama 5 tahun belakangan. Acara juga akan diisi dengan diskusi dan workshop tentang konektivitas dan literasi digital berbasis komunitas.

Baca juga : Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Lakukan Aksi Nyata, Cegah Wabah DBD

Pertunjukan seni angklung dan tutunggulan yang ditampilkan Kasepuhan Gelar Alam turut memeriahkan acara pembukaan pameran. Turut hadir Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan, danCorporate Communication Director Kompas Gramedia ⁠Glory Oyong.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense