Sebelumnya
Kepentingan ekonomi mendominasi misi Trump kali ini. Menurut analis politik dan dosen di Istanbul Zaim University, Trump menargetkan investasi besar dari tiga negara Teluk: Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar.
“Dia secara terbuka menyatakan ingin membawa pulang setidaknya 2 triliun dolar AS,” kata Al-Arian kepada Al Jazeera.
Baca juga : Kemenag Ingatkan Jemaah Haji, Jangan Bawa Barang Terlarang dalam Penerbangan
Al-Arian mengatakan, Arab Saudi berencana membeli senjata dan menjalin kontrak dagang senilai 1 triliun dolar AS. Sedangkan Uni Emirat Arab menjanjikan investasi 1,4 triliun dolar AS dalam satu dekade. Qatar juga telah mengisyaratkan rencana investasi serupa.
Seperti periode kepresidenan pertamanya, Trump menjadikan Arab Saudi sebagai negara pertama kunjungan kenegaraan resminya. Menurut analisa mantan diplomat Israel Alon Pinkas, Trump enggan ke Tel Aviv karena tidak memberikan manfaat besar bagi Washington.
Baca juga : Lapor Ke Presiden, Rosan: Realisasi Investasi Q1 Capai Rp465,2 Triliun
“Trump memilih tiga negara kaya di Timur Tengah dan melompati Israel, karena Israel dinilai tidak memberikan dampak besar. Bagaimana pun, Trump punya berpikiran pengusaha,” ujar Pinkas.
Bahkan dengan pembebasan sandera Edan Alexander pada Senin (12/5/2025), prospek gencatan senjata masih tampak jauh.
Baca juga : Bertamu Ke Kantor PU, Muzakir Bahas Percepatan Swasembada Pangan Di Aceh
“Sekarang, Netanyahu (PM Israel Benjamin Netanyahu-red) tidak memiliki apa yang Trump mau. Berbeda dengan Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab,” tandas Pinkas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.