RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan kerja kami bersama staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo ke wilayah kerja Alesund, Norwegia, pada 8-11 Mei lalu, meninggalkan cerita kemanusiaan yang mengharukan.
Kunjungan kerja ini utamanya untuk memberi layanan kekonsuleran terpadu bagi diaspora Indonesia yang bermukim di Kota Alesund dan kota-kota lainnya di wilayah West Coast, seperti More dan Romsdal.
Sebagaimana lazimnya, kegiatan jemput bola ini juga dikombinasikan dengan beragam aktivitas lain. Di antaranya beraudiensi dengan Wali Kota Alesund Hakon Lykkebe Strand, serta bertemu dengan civitas akademika Norges Teknisk-Naturvitenskapelige Universitet (NTNU) dan pelaku bisnis setempat.
Pertemuan dengan Wali Kota Hakon Lykkebe Strand ditujukan untuk memperkenalkan diri dan juga membahas hal-hal yang dapat dikerjasamakan, seperti kemungkinan membangun persahabatan antar kota kedua negara.
Baca juga : Menkop Lantik 306 Kopdes Merah Putih Jombang, Ingatkan Soal Digitalisasi
Mungkin ada baiknya bagi kota-kota pesisir di Indonesia, belajar dari strategi Pemerintah Kota Alesund membangun dan mengelola wilayah administratifnya seraya bekerja sama dengan kota-kota penyangganya.
Kota ini memiliki corak kemaritiman sehingga terdapat banyak industri terkait perkapalan. Keindahan alam dan arsitektur kotanya yang konon menyerupai kota-kota tua di Jerman, menyebabkan kota ini dikunjungi turis mancanegara berkisar 2,7 juta orang per tahun.
Tentunya perlu kejelian tersendiri bagi Pemerintah Daerah untuk mengelola jutaan turis tersebut, mengingat kota Alesund dengan empat wilayah penyangganya hanya berpenduduk sekitar 60.000 orang. Kurang lebih mendekati total penduduk Kecamatan Kebon Jeruk di Jakarta yang berkisar 69.000 orang.
Dalam pembicaraan dengan Wali Kota Hakon, kami juga sampaikan bahwa diaspora Indonesia walaupun kurang dari 60 orang, ikut memberi andil bagi kemajuan kota yang dipimpinnya. Antara lain melalui sosok Profesor Agus Ismail Hasan yang mengajar di NTNU di bidang cyber dan robotic.
Baca juga : Persija Vs Malut, Macan Kemayoran Butuh Kemenangan Di Akhir
Pertemuan kami selanjutnya dengan Wakil Rektor NTNU Alesund Prof Anne-Lise Sagen Major, Kepala Departmen ICT and Natural Sciences Prof Rune Volden, Prof Agus Hasan dan civitas akademika lainnya meninggalkan kesan yang mendalam.
Khususnya terkait nilai-nilai kemanusiaan yang tidak terkekang sekat budaya dan asal usul bangsa. Selain membahas peluang kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Norwegia, kami juga berkesempatan mendengarkan kisah mengharukan mendiang Dr Ahmad Afif Supianto, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang diceritakan Dr Anniken T. Karlsen dan Saudari Gunn-Hellen Hellevik.
Mendiang Dr Afif sempat menjalani program Post Doctoral di NTNU selama enam bulan dan kemudian jatuh sakit. Setelah menjalani perawatan, termasuk operasi di St. Olavs Hospital Trondheim, Dr. Afif memutuskan untuk pulang kampung ke Malang, Jawa Timur, pada 28 Mei 2023, bersama istri dan ketiga anaknya untuk berobat di Indonesia.
Setelah berselang beberapa waktu menjalani pengobatan di Tanah Air, Dr Afif meninggal dunia. Berpulangnya Dr Afif tidak menyebabkan hubungan antara NTNU dengan keluarga almarhum terhenti.
Baca juga : Trump Bikin PM India Mumet
Dr Karlsen dan Sadari Hellevik secara gigih terus memperjuangkan hak-hak almarhum sebagai seseorang yang pernah bekerja dan mengabdi di NTNU.
Selama proses administratif untuk pemberian santuan dan hak-hak almarhum berlangsung, mereka dibantu pejabat Konsuler KBRI Oslo, Nico Adam. Pak Nico menjembatani komunikasi antara NTNU dengan ahli waris dan pihak-pihak terkait di tanah ini.
Saat mendengarkan cerita mengharukan pihak NTNU tersebut, kami dan rekan-rekan dari KBRI Oslo pun ikut berkaca-kaca. Terbukti, nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun atas dasar profesionalisme, persahabatan, ketulusan hati dan kejujuran, bersifat lintas budaya dan bangsa.
Nilai-nilai ini dan juga rasa cinta tanah air yang harus terus dijaga dan ditumbuh-kembangkan, kami titipkan kepada para diaspora Indonesia yang kami temui sebelum kembali ke Oslo.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.