Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Perdagangan & Gencatan Senjata Dengan Pakistan
Trump Bikin PM India Mumet
Rabu, 21 Mei 2025 04:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bikin dua masalah besar yang membuat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mumet. Pertama, terkait gencatan senjata dengan Pakistan. Kedua, soal urusan perdagangan dengan Negeri Paman Sam.
Dua hal itu disoroti pengamat yang juga seorang kolumnis opini senior di Bloomberg Opinion, Andy Mukherjee, Selasa (20/5/2025). Mukherjee dikenal sebagai pengamat yang tajam dalam menganalisis hubungan antara kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik di Asia.
Baca juga : Menaker Saksikan Penandatanganan PKB Pertamina Dengan Serikat Pekerja
Dilansir Channel News Asia (CNA), Trump mengklaim bahwa AS yang menjadi penengah gencatan senjata antara India dan Pakistan. Trump mencoba mengambil kredit dari konflik antara dua negara pemilik nuklir yang bertetangga.
Klaim Trump tersebut membuat Modi pusing. Sebab, selama ini India hanya ingin urusan Kashmir diselesaikan langsung antara India dan Pakistan, tanpa campur tangan negara lain.
Baca juga : Swasembada Pangan dan MBG, Gerbang Menuju Indonesia Maju
“Pernyataan Trump menimbulkan kesan posisi India kelihatan lemah. Seolah-olah Modi tidak bisa mengatur urusan negaranya sendiri. Trump telah memasukkan Washington ke dalam sengketa Kashmir, sesuatu yang sebelumnya merupakan urusan bilateral India dengan Pakistan,” terang Mukherjee.
Sebagai informasi, Tentara Angkatan Darat India pada Minggu (18/5/2025), mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Pakistan berlanjut. Menurut militer New Delhi, tidak ada tanggal kedaluwarsa untuk kelanjutan penghentian permusuhan antara dua tetangga bersenjata nuklir tersebut.
Baca juga : India Vs Pakistan, Perang Rudal China-Rusia Vs AS
Sebelumnya, India dan Pakistan sepakat melakukan gencatan senjata pada 12-18 Mei 2025. Gencatan senjata menjadikan konflik kedua negara dibekukan. Tanpa perjanjian damai yang mengikat, keduanya berpotensi terlibat pertempuran di masa mendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya