RM.id Rakyat Merdeka - Warga Korea Selatan (Korsel) berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih presiden baru setelah pemakzulan Yoon Suk Yeol. Pemilu yang digelar, Selasa (3/6/2025), menjadi momen penting bagi negara yang tengah menghadapi ketidakstabilan politik itu.
Pemilu kali ini mempertemukan dua kandidat utama, Lee Jae Myung dari Partai Demokrat dan Kim Moon Soo dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang dikenal dengan kubu konservatif. Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari Gallup Korea, Lee Jae unggul dengan dukungan 49 persen. Sedangkan Kim Moon 35 persen.
Baca juga : Hasil Sementara Pilpres Korsel, Lee Jae Myung Unggul Lawan Kim Moon Soo
Krisis politik yang dipicu deklarasi darurat militer Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024 menjadi faktor utama yang memengaruhi pemilih terhadap partai pengusung, PPP.
“Pemilu ini bukan sekadar memilih presiden, tetapi juga referendum terhadap pemerintahan sebelumnya,” ujar Profesor ilmu politik Kang Joo-hyun.
Baca juga : Lewat Pengembangan SDM Unggul, Lahat Siapkan Generasi Emas
Pemungutan suara dimulai pukul 6 pagi di 14.295 TPS seluruh negeri dan akan ditutup pukul 8 malam waktu setempat. Menurut Komisi Pemilihan Nasional Korsel, lebih dari sepertiga pemilih telah menggunakan hak suara mereka dalam pemungutan suara awal. Calon presiden yang menang akan langsung dilantik sebagai presiden pada Rabu (4/6/2025), untuk satu masa jabatan penuh selama lima tahun.
Presiden terpilih kali ini langsung menjalani tugas tanpa masa transisi dua bulan yang biasanya dilakukan antar-presiden yang selesai masa tugas dengan presiden terpilih.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.