Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aksi Capres AS Jelang Pilpres
Trump Magang Di McD Harris Ultah Di Gereja
Selasa, 22 Oktober 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedua Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) makin gencar menggalang dukungan menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 5 November 2024. Untuk merebut simpati pemilih, Kamala Harris mengunjungi gereja sambil merayakan ulang tahun. Sedangkan Donald Trump, magang di restoran cepat saji, McDonald’s (McD).
Trump bekerja sebagai pelayan di restoran cepat saji, McD di Feasterville-Trevose, Negara Bagian Pennsylvania, Minggu (20/10/2024). Mengenakan celemek dan dasi merah, Presiden ke-45 AS itu menyajikan kentang goreng. Ia tak ragu menggoreng hingga menyajikan kentang di kantong-kantong. Kehadirannya menarik banyak pelanggan ke restoran cepat saji tersebut.
“Lihatlah kerumunan di sana. Lihat betapa bahagianya semua orang. Mereka bahagia karena mereka menginginkan harapan,” kata Trump dilansir The New York Post.
Baca juga : Pevita Pearce, Dinikahi Crazy Rich Malaysia
McDonald’s telah lama menjadi salah satu jaringan restoran favorit Trump. Pebisnis 78 tahun itu tampak menikmati kesibukannya menjadi pelayan. Ia juga membagikan kentang goreng kepada wartawan yang berjaga di luar jendela drive-thru.
“Itu semacam suap. Tapi kentang goreng seharga satu dolar tidak apa-apa,” candanya.
Apakah sulit menjadi pelayan McD? Si taipan ini menggelengkan kepalanya.
Baca juga : Kabinet Merah Putih, 7 Menko, 46 Menteri, 56 Wamen
“Ini asyik. Ini mudah sekali. Saya bisa lakukan ini kapan saja,” klaim Trump usai menjalankan tugasnya.
Trump juga tak lupa mengucapkan Selamat ulang tahun untuk Harris, sambil terus mengkritik kebijakan Harris. “Saya sungguh-sungguh,” ujar Trump.
Kampanyenya itu untuk menyindir rivalnya, Wakil Presiden Harris. Sebab, Harris mengaku pernah bekerja di salah satu cabang McD saat masih kuliah. Namun, Trump menuding Harris berbohong karena tidak pernah memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.
Baca juga : Pulang ke Solo Naik Pesawat TNI, Jokowi Disambut Tangis dan Teriakan Histeris
Harris menceritakan kisahnya bekerja di McD untuk mendukung asal-usulnya yang dari kelas menengah. Harris berusaha membandingkan latar belakangnya, dengan Trump yang seorang miliarder. Hal ini untuk menarik pemilih dari kalangan kelas pekerja.
Juru bicara kampanye Harris, Ian Sams, angkat suara untuk menyanggah tudingan Trump kala itu. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Post, disebutkan, Harris pernah bekerja di kasir, di tempat menggoreng kentang dan di mesin es krim di McD.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya