Sebelumnya
Ketua Komite Angkatan Bersenjata dari Partai Republik Roger Wicker menyebut, keputusan Trump untuk menyerang Iran sebagai sangat tepat.
“Kita sekarang mengambil pilihan tepat untuk memberikan keamanan bagi warga negara dan sekutu kita serta stabilitas bagi Timur Tengah,” ujar Wicker.
Baca juga : Kalau Dukung Israel Serang Iran, Trump Disemprit Putin
Keputusan sepihak ini memperuncing ketegangan antara eksekutif dan legislatif AS, memunculkan kembali perdebatan lama soal otoritas perang presiden.
Sejak 1973, Undang-Undang Resolusi Kekuatan Perang mensyaratkan presiden untuk berkonsultasi dengan Kongres sebelum melakukan aksi militer besar, kecuali dalam kondisi darurat.
Reaksi Dunia Beragam
Baca juga : Iran–Israel Perang, Istana: RI Konsisten Dukung Perdamaian
Para pemimpin dunia juga memberikan reaksi beragam dalam merespons serangan AS ke Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, melalui pernyataan di platform X (dulu Twitter), menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan apresiasi mendalam atas keputusan Presiden Trump. Dalam pernyataan yang direkam, Netanyahu menyebut tindakan itu sebagai keputusan berani yang akan mencatat sejarah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.