Dark/Light Mode

Janji Beresin Perang Ukraina, Trump Prioritaskan Pembicaraan Dengan Putin

Senin, 20 Januari 2025 07:44 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Istimewa)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan dilantik pada hari ini, Senin 20 Januari 2025, dikabarkan telah mengarahkan stafnya untuk mengatur pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, beberapa hari setelah pelantikan dirinya sebagai Presiden ke-47 AS.

Tujuannya, apalagi kalau bukan membahas rencana pertemuan langsung dalam beberapa bulan mendatang, untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Selama kampanye, Trump telah berjanji mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, sehari setelah dia dilantik. Namun menjelang pelantikannya, belum terlihat tanda-tanda perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun itu akan segera berakhir.

Melansir CNN International, Trump dan timnya tak sabar untuk menggarap rencana penyelesaian yang dapat direalisasikan dalam beberapa bulan pertama masa jabatan sebagai presiden. Termasuk, berbicara langsung dengan Putin.

Baca juga : Panen Perdana, Sharp Hydro Heroes Sukses Ciptakan Petani Muda Berkelanjutan

Beberapa pekan lalu, pejabat di Tim Keamanan Nasional Trump juga telah mulai berupaya untuk menelepon Putin. Belum diketahui pasti, apakah tanggal percakapan dengan Trump telah ditetapkan atau belum.

Begitu Trump menjabat, pejabat AS dan Rusia dapat mulai bekerja sungguh-sungguh untuk menyiapkan pertemuan langsung.

Namun Kremlin mengatakan, pihaknya akan menunggu sampai Trump menjabat untuk melakukan persiapan formal.

Swiss dan Serbia telah menyatakan kesediaan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan Trump-Putin. Setiap pembicaraan antara kedua pemimpin itu akan mencerminkan perubahan tajam dari pendekatan Presiden sebelumnya, Joe Biden.

Baca juga : Inggris Ingin Perkuat Kerja Sama Dengan TNI AL

Selama hampir tiga tahun, Biden tidak berbicara langsung dengan Putin. Khawatir percakapan apa pun akan berguna untuk menyelesaikan konflik.

Sementara Trump melihatnya secara berbeda. Seseorang yang disebut memahami jalan pikiran Putin mengungkap,  keterlibatan langsung dengan Putin dibutuhkan untuk menemukan solusi mengakhiri perang.

Tidak banyak yang tahu, seberapa besar rencana Trump untuk melanjutkan strategi pemerintahan Biden dalam menyediakan senjata dan intelijen ke Kiev dan menentang masuknya Ukraina ke NATO. 

Biden juga belum mengatakan jaminan keamanan apa yang akan disetujuinya untuk Ukraina. Serta siapa yang akan membayar pembangunan kembali Ukraina. Kalau mengacu pada komentarnya di masa lalu, kemungkinan besar bukan AS.

Baca juga : Buka Seminar Perumahan, Wamen Fahri Puji Pembangunan Hunian di Jepang

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.