BREAKING NEWS
 

Serang Iran

AS Siram Bensin Ke Api

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 24 Juni 2025 05:57 WIB
Dubes China untuk PBB Fu Cong dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Minggu (22/6/202). (Foto CCTV)

 Sebelumnya 
Selain minyak, sekitar 35 persen dari semua perdagangan maritim dari wilayah Teluk mengalir melalui Hormuz. Penutupannya akan meningkatkan biaya pengiriman, menunda pengiriman, dan mengalihkan kapal melalui jalur yang lebih panjang dan lebih mahal.

Premi asuransi pengiriman untuk operasi di wilayah tersebut akan melonjak dalam semalam dan diklasifikasikan dalam zona risiko perang. Biaya ini tentu akan berdampak pada konsumen di seluruh dunia.

Baca juga : Perang Iran Vs Israel Dan Subsidi BBM

Selain itu, krisis energi bisa terjadi. Pasalnya, Qatar mengekspor lebih dari 70 persen LNG-nya melalui Hormuz. Penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan harga gas di Eropa dan Asia melonjak drastis, terutama di negaranegara yang sudah menghadapi krisis energi musim dingin.

Negara-negara seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan bahkan Pakistan semuanya sangat bergantung pada impor energi. Negara-negara tersebut akan mengalami kekurangan dan pemadaman listrik kecuali cadangan darurat digunakan.

Baca juga : Inter Milan Vs Urawa Reds, Poin Dan Gengsi

Penutupan Hormuz yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan ekonomi global terpuruk. Terutama jika dikombinasikan dengan krisis lain seperti konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, Gaza, atau ketidakstabilan politik di Asia atau Afrika.

Bank sentral nantinya akan menghadapi dilema antara melawan inflasi atau mempertahankan pertumbuhan. Parahnya lagi, risiko perang meningkat. Karena AS, Inggris, dan Prancis mempertahankan kehadiran angkatan laut yang kuat di Teluk.

Adsense

Baca juga : Perang Iran- Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI Dari Iran

Penutupan Selat Hormuz kemungkinan akan memicu misi pengawalan militer atau bahkan intervensi langsung untuk membuka kembali jalur air tersebut yang selanjutnya akan mengobarkan ketegangan regional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense