Sebelumnya
Ketua Kaukus Partai Demokrat di DPR AS Pete Aguilar (California) mengatakan, fokus mereka saat ini adalah pada isu-isu lain. Pete Aguilar menyebut bahwa mereka sedang fokus membahas Undang-Undang (UU) mengenai pemotongan pajak (yang diusulkan kubu Trump), dan dia menyebut isu lain seperti pemakzulan sebagai distraksi.
Aguilar menyebut, UU yang diusulkan kubu Trump tersebut sebagai big, ugly bill, yang menunjukkan bahwa mereka melihat Rancangan Undang-Undang (RUU) itu sebagai sesuatu yang penting tapi bermasalah, dan perlu ditangani segera.
Baca juga : Trump Dipuji Republik, Dimaki Demokrat & PBB
“Saya pikir apa pun di luar itu adalah gangguan karena pembahasan RUU ini yang terpenting dan kita harus fokus,” tandasnya.
Sebelum pemungutan suara, Green mengungkapkan, AS berada di persimpangan antara demokrasi dan otokrasi.
Baca juga : Periksa 2 Saksi, KPK Usut Aliran Dana Dugaan Korupsi TKA di Kemnaker
“Saya melakukan ini karena tidak seorang pun boleh memiliki kekuasaan untuk mengajak lebih dari 300 juta warga berperang tanpa berkonsultasi dengan Kongres Amerika Serikat,” kata Green, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (25/6/2025).
“Saya melakukan ini karena paham betul bahwa Undang-Undang Dasar bisa menjadi bermakna atau tidak,” imbuhnya.
Baca juga : Kejagung Sita Rest Area di Tol Jagorawi Milik Bos Smelter Timah
Sementara itu, Trump mengecam anggota DPR Partai Demokrat Alexandria Ocasio Cortez yang menyebutkan tindakan militer AS terhadap Iran merupakan pelanggaran yang bisa berujung dengan dimakzulkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.