Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bamsoet Dorong Eksportir Cari Pasar Baru Atasi Dampak Bea Masuk 32% dari Trump
Rabu, 9 April 2025 11:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau semua pihak untuk proporsional menyikapi dampak pembebanan bea masuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap produk ekpor Indonesia. Peningkatan bea masuk produk ekspor Indonesia ke pasar AS sudah diantisipasi oleh Kadin Indonesia. Kadin pun sepakat dan mendukung saran Presiden Prabowo Subianto untuk mencari dan menjajaki pasar baru sebagai tujuan ekspor Indonesia.
Bamsoet menyatakan, dampak pembebanan bea masuk 32 persen untuk produk ekspor Indonesia ke pasar AS tidak signifikan. Bahkan, dampak peningkatan bea masuk ke pasar AS itu bisa diminimalisir dengan mencari tujuan pasar ekspor yang baru.
Baca juga : Kemenag Dorong Optimalisasi Wakaf Uang untuk Kuatkan Ekonomi Umat
"Meninggalkan pasar Amerika Serikat menjadi strategi paling elegan mengerdilkan intimidasi Presiden AS Donald Trump terhadap mekanisme perdagangan global," ujar Bamsoet, di Jakarta, Rabu (8/4/2025).
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, jika berpijak pada nilai ekspor Indonesia ke AS, dampak menghindari pasar AS untuk sementara tidak terlalu signifikan. Selama ini, ekspor Indonesia ke pasar AS meliputi mesin, peralatan listrik, produk garmen, lemak, minyak nabati, hingga alas kaki.
Baca juga : Timnas U-20 Tersingkir Di Piala Asia: Kami Minta Maaf
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, total nilai ekspor Indonesia mencapai 258,82 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, nilai ekspor Indonesia ke pasar AS tercatat 23,3 miliar dolar AS. Artinya, nilai ekspor ke pasar AS tidak mencapai 10 persen dari total nilai ekpor Indonesia per tahunnya.
Data nilai ekspor Indonesia tahun 2023 itu menjelaskan, kalaupun eksportir Indonesia harus menghindari pasar AS untuk sementara karena faktor tingginya bea masuk, dampaknya terhadap pertumbuhan ekspor nasional tidak terlalu signifikan. "Dampaknya bahkan bisa diminimalisir jika segera dikompensasi dengan pencarian pasar yang baru untuk tujuan ekspor,” kata Bamsoet.
Baca juga : Wamenkop Dorong Koperasi Masuk Sektor Industri Seperti Di Eropa
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyinggung hubungan dagang Indonesia-AS yang akhir-akhir ini mengalami dinamika. Termasuk polemik pelarangan penjualan iPhone 16 di Indonesia, karena belum memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi industri lokal.
Untuk menjaga produktivitas industri dalam negeri, Kadin Indonesia akan memperkuat kerja sama dengan para pelaku ekspor untuk memetakan peluang baru dan membuka jalur ekspor ke negara-negara lain. "Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan proteksionisme Amerika Serikat, tetapi juga memperluas jejaring perdagangan global secara lebih berkelanjutan,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya