BREAKING NEWS
 

Ngaku Sudah Berkontribusi Besar Untuk Gaza

Trump Merasa Bantuan Amerika Tidak Dihargai

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 29 Juli 2025 06:20 WIB
Donald Trump melambaikan tangan saat bermain golf di Turnberry, Skotlandia, Sabtu (26/7/2025). (Foto: REALDONALDTRUMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong negara-negara lain ikut memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.

Pernyataan ini disampaikan menyusul surat terbuka dari 20 Senator dari Partai Demokrat. Mereka mendesak Trump mengaktifkan kembali mekanisme pengiriman bantuan dari AS ke Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani urusan kemanusiaan di Timur Tengah.

Selain para Senator, mantan Presiden AS Barack Obama juga turut bersuara.

“Tidak ada alasan untuk menahan bantuan berupa makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi di Gaza,” tulis Obama melalui akun X-nya, dikutip Reuters, Senin (28/7/2025).

Baca juga : Erika Carlina, Pasrah Dihujat Masyarakat

Trump mengklaim, selama ini AS telah berkontribusi cukup besar untuk Gaza dan berencana mengirimkan lebih banyak bantuan. Dia juga mengajak negara lain ikut berperan, dengan menekankan bahwa krisis kemanusiaan ini bukan semata tanggung jawab AS.

“Ini bukan masalah Amerika, tapi masalah dunia. Terus terang, kalau Amerika tak turun tangan, saya pikir orang-orang di sana akan kelaparan,” ujar Trump kepada media, dikutip dari News18, Senin (28/7/2025).

Dia mengatakan, dua pekan sebelumnya, AS telah menyalurkan dana sebesar 60 juta dolar AS (sekitar Rp 981,5 miliar) untuk bantuan ke Gaza. Namun, kontribusi tersebut kurang mendapat sorotan internasional.

Adsense

“Tak ada yang membicarakan, tak ada yang mengakui bantuan kami. Rasanya seperti tak dihargai. Negara lain pun nyaris tak ikut membantu,” keluh Trump.

Baca juga : Sepakat Gencatan Senjata, Thailand-Kamboja Tunduk ke Trump

Terkait langkah militer di Gaza, Trump menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Israel. Dia juga mengaku, belum tahu apa yang akan terjadi usai berakhirnya masa gencatan senjata dan negosiasi pembebasan sandera dengan Hamas.

Sementara, puluhan truk bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza pada Minggu (27/7/2025) pagi waktu setempat, melalui perlintasan Kerem Shalom.

Menurut keterangan saksi mata kepada Xinhua, konvoi tersebut awalnya berkumpul di perbatasan Rafah sisi Mesir, di bawah pengawasan Bulan Sabit Merah Mesir.

Truk-truk kemudian bergerak ke Kerem Shalom, menjalani inspeksi oleh otoritas Israel sebelum diizinkan masuk ke wilayah yang kini terisolasi.

Baca juga : Beras Oplosan Dibongkar di Riau

Arus bantuan ini datang di tengah tekanan global yang makin kuat untuk mempercepat pengiriman makanan, obat-obatan dan kebutuhan pokok lainnya ke Gaza, yang kini mengalami krisis pasokan parah.

Bantuan via udara juga kembali dikirim pada Sabtu (26/7/2025) ke sejumlah titik di Gaza utara. Namun, metode ini mendapat kritik dari Komisioner Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini. Dia mengatakan, hal itu sebagai cara paling mahal dan tidak efisien dalam distribusi bantuan. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 29 Juli 2025 dengan judul "Ngaku Sudah Berkontribusi Besar Untuk Gaza Trump Merasa Bantuan Amerika Tidak Dihargai"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense