Dark/Light Mode

Politik di Negeri Jiran Memanas, Mahathir Ikut Demo Tuntut Anwar Mundur

Senin, 28 Juli 2025 08:08 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam aksi tuntut PM Malaysia Anwar Ibrahim mundur. (Foto: Instagram Mahathir)
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam aksi tuntut PM Malaysia Anwar Ibrahim mundur. (Foto: Instagram Mahathir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politik di Malaysia sedang memanas. Ribuan warga negeri jiran itu, berunjuk rasa menuntut Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim mundur. Bahkan, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad ikut turun ke jalanan mendukung para demonstran.

Ribuan orang tumpah ruah ke jalanan dan berkumpul di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Sabtu (26/7/2025). Mereka menggelar aksi bertajuk “Turun Anwar”.

Massa aksi menilai, di masa pemerintahan Anwar, biaya hidup meningkat. Mereka juga menganggap Anwar gagal memberikan reformasi yang dijanjikan. Aksi yang diinisiasi partai oposisi seperti Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dan Bersatu ini, menjadi yang terbesar sejak Anwar berkuasa pada 2022.

Aksi massa dimulai dari sejumlah titik. Seperti Masjid Negara, Masjid Jamek, Sogo Mall, dan Central Market. Puncaknya, ribuan orang berkumpul di Dataran Merdeka.

Massa yang mayoritas memakai pakaian hitam meneriakkan "Undur! Undur! Anwar!" dan "Bangkit! Bangkit! Rakyat!" sembari membawa berbagai spanduk bertuliskan "Turun Anwar".

Meski hujan rintik turun sepanjang aksi, semangat pengunjuk rasa tak kendur. Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad bahkan ikut berorasi. Dia bergabung dengan sejumlah tokoh oposisi seperti mantan PM Muhyiddin Yassin, Dominic Lau, dan Azmin Ali

Mahathir, yang berusia hampir 100 tahun ini, mengecam Anwar atas kegagalan memenuhi janji reformasi dan mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok. "Sudah tiga tahun, apa yang rakyat dapatkan? Anwar menikmati, rakyat menderita," ucap Mahathir, dalam orasinya disambut sorak sorai massa aksi.

Baca juga : Gara-gara Kasus Hasto, Kongres PDIP Masih Misterius

Mahathir meminta Anwar mencontoh pemimpin dunia yang mundur saat menghadapi tekanan dan ketidakpercayaan publik. Dia juga mempertanyakan legitimasi pemerintahan Anwar yang menurutnya terbentuk dari koalisi rapuh setelah Pemilu tidak memberikan hasil mayoritas tiga tahun lalu.

"Anda bukan Perdana Menteri karena pilihan rakyat. Sekarang rakyat ingin Anda mengundurkan diri. Anda tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi PM," ucap mantan mentor Anwar ini.

Muhyiddin ikut berorasi. Dia menuduh pemerintahan Anwar tak peduli rakyat. Ketua Perikatan Nasional itu menyebut, harga aneka kebutuhan pokok terus naik.

"Saya pernah bekerja sama dengan Anwar. Tetapi, saya tak bisa lagi mengabaikan kesusahan warga," ungkapnya.

Ketua Partai Gerakan Dominic Lau menyoroti biaya kunjungan luar negeri Anwar. Dalam delapan bulan, kata Lau, Anwar menyambangi 30 negara. Setiap kunjungan menghabiskan 500 ribu ringgit (setara Rp 1,9 miliar). Dia menyindir, perjalanan Anwar lebih banyak menghasilkan foto dan video untuk dipajang. "Mana hasilnya?" ledeknya.

Mantan sekutu politik Anwar yang juga tokoh penting reformasi Azmin Ali mengingatkan, dukungan rakyat membawa Anwar berkuasa. Dukungan itu pula yang dapat menumbangkannya.

Dataran Merdeka, pusat aksi demonstrasi, bermakna historis bagi Anwar. Di tempat inilah gerakan reformasi dimulai pada 1998 setelah Anwar dipecat dari kabinet oleh Mahathir. "Terakhir kali aku menahanmu, hari ini aku akan menjatuhkanmu," teriak Azmin Ali.

Baca juga : Rendy Umboh: Kemunduran Demokrasi Dan Khianati Reformasi

Ketua Bersatu Hamzah Zainudin juga menyoroti kebijakan bantuan tunai 100 ringgit (sekitar Rp 380 ribu) untuk warga, yang diumumkan Anwar 23 Juli 2025. Dia menyebut, kebijakan ini tak tepat sasaran dan seharusnya diprioritaskan untuk kelompok berpenghasilan rendah.

"Rakyat bukan minta 100 ringgit, tapi Anwar turun," kata Hamzah, yang memimpin doa dalam aksi ini.

Aksi juga diisi dengan teaterikal. Ketua Wanita Bersatu Mas Ermieyati Samsudin memimpin nyanyian parodi berjudul "ABCD-SST". Isinya mengejek kenaikan pajak penjualan dan jasa (SST). Sementara, perwakilan Partai Rakyat India Malaysia (MIPP) dan Gerakan memimpin yel-yel dalam bahasa Tamil dan Mandarin.

"Aksi protes ini mewakili seluruh rakyat Malaysia, bukan hanya satu kelompok etnis atau agama," kata orator.

Menanggapi aksi ini, Anwar tetap tenang. Dia menyampaikan doa keselamatan bagi para demonstran lewat akun Facebook resminya. Anwar menegaskan, dia menghormati kebebasan berpendapat dan siap menerima kritikan.

"Kritik dan perbedaan pandangan tidak boleh dipandang sebagai permusuhan," tulisnya, sambil menekankan kritik seharusnya disampaikan di parlemen, bukan di jalanan.

Beberapa hari sebelum aksi besar ini, Anwar mengeluarkan kebijakan perbaikan ekonomi. Pemerintahannya memberikan bantuan tunai senilai 100 ringgit kepada seluruh warga dewasa di Malaysia. Anwar juga berjanji akan menurunkan harga BBM menjadi 1,99 ringgit setara Rp 7.700 dari harga sebelumnya 2,05 ringgit atau setara Rp 7.900

Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Golkar Masih Lakukan Kajian Mendalam

Anwar mengklaim, dia tidak pernah bersekongkol jahat dan mengkorupsi uang negara. Semua kontrak Pemerintah, melalui tender vendor yang terbuka dan transparan.

"Jika saya mencuri uang rakyat, mereka oposisi baru boleh mendesak saya mundur. Tapi saya tidak melakukannya," ucap Anwar, seperti dikutip New Straits Times.

Anwar pun menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya. Kecuali menghadapi mosi tidak percaya di Parlemen. "Insya Allah, saya tak akan mundur. Jika tak ada mosi percaya, oposisi harus menunggu Pemilu mendatang," tegasnya.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail menyebut, demonstrasi ini upaya oposisi yang kekurangan dukungan di parlemen untuk menggoyang Anwar melalui mosi tidak percaya. Meski demikian, Pemerintah Malaysia menghormati hak berkumpul rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.