BREAKING NEWS
 

KBRI Phnom Penh Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Asal Sumatera Utara

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 7 Agustus 2025 20:32 WIB
Foto persiapan pemulangan jenazah WNI dari Kamboja, Agustus 2025. (Foto KBRI Phnom Penh)

RM.id  Rakyat Merdeka - KBRI Phnom Penh memfasilitasi pemulangan jenazah Azwar (31), WNI asal Sumatera Utara, pada Kamis (7/8/2025). Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pada 8 Agustus 2025 dan akan dimakamkan di kampung halamannya sesuai permintaan keluarga.

Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait akan menyambut jenazah di bandara dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Baca juga : Menko Polkam: Cegah Karhutla, Presiden Fasilitasi Pembukaan Lahan Dengan Teknologi Modern

Menurut laporan Kepolisian Kamboja, Azwar meninggal akibat cedera kepala setelah terjatuh dari sebuah gedung di Chrey Thum, Provinsi Kandal, pada 10 Juni 2025. Sejak menerima informasi dari otoritas setempat, KBRI Phnom Penh aktif berkomunikasi dengan keluarga almarhum, termasuk dalam penanganan jenazah.

Adsense

KBRI juga meminta Kepolisian Kamboja untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mendorong pihak-pihak terkait agar bertanggung jawab atas penanganan jenazah. Setelah proses hampir dua bulan, pengelola gedung tempat kejadian akhirnya bersedia menanggung biaya pemulangan jenazah dan memberikan santunan kepada keluarga.

Baca juga : Bansos Lansia, Penyandang Disabilitas Dan Anak Jakarta Cair

KBRI Phnom Penh menyampaikan apresiasi atas kerja sama Kepolisian Kamboja dalam penyelesaian kasus ini. Diketahui, Azwar masuk ke Kamboja secara non-prosedural melalui Malaysia pada April 2025.

Kasus WNI di Kamboja 83% Terjerat Penipuan Daring

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, kembali mengimbau WNI agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang terlalu indah untuk jadi kenyataan. “Gunakan jalur resmi dalam proses penempatan kerja di luar negeri,” tegasnya.

Baca juga : Penetrasi Keuangan Syariah, BSI Perkuat Literasi KEJAR 100 Sekolah Di Jakarta

Dubes Santo juga menyoroti lonjakan kasus pelindungan WNI sepanjang 2025. Dalam periode Januari-Juni, KBRI Phnom Penh menangani 2.585 kasus, di mana 83% atau sekitar 2.100 kasus terkait jaringan dan aktivitas penipuan daring.

KBRI terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat pelindungan WNI, baik melalui kerja sama dengan instansi di Indonesia maupun otoritas Kamboja. KBRI juga siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengusut jaringan yang memberangkatkan WNI secara ilegal, termasuk dalam kasus almarhum Azwar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense