Dark/Light Mode

Wagub NTB Kawal Pemulangan Jenazah Juliana Marins

Kamis, 26 Juni 2025 15:09 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengawal langsung proses pemulangan jenazah turis asal Brazil, Juliana Marins yang meninggal dunia jatuh ke jurang 600 meter di Gunung Rinjani. Foto: Istimewa
Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengawal langsung proses pemulangan jenazah turis asal Brazil, Juliana Marins yang meninggal dunia jatuh ke jurang 600 meter di Gunung Rinjani. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengawal langsung proses pemulangan jenazah turis asal Brazil, Juliana Marins yang meninggal dunia jatuh ke jurang 600 meter di Gunung Rinjani.

Dinda mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan dukacita mendalam atas meninggalnya Juliana. Jenazah korban berusia 27 tahun itu berhasil dibawa ke RS Bhayangkara setelah proses pencarian dan evakuasi intensif di Gunung Rinjani.

"Ini bukan hanya duka keluarga, tapi duka kita bersama. Karena almarhumah hadir sebagai tamu kita, tamu masyarakat Nusa Tenggara Barat," ujar Wagub Indah, di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, NTB, Kamis (26/6/2025).

Dinda menyebut, pihak keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses evakuasi.

Baca juga : Pemulangan Lancar, Lebih 74 Ribu Jemaah Haji Reguler Tiba di Tanah Air

Keluarga Juliana sangat menghargai kerja keras tim gabungan TNGR, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan seluruh pihak yang tanpa henti bekerja hingga jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi.

"Intinya keluarga korban mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, dan memohon maaf," kata Dinda didampingi Kapolda NTB Irjen Hadi Gunawan dan Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal.

Dinda memastikan, proses administrasi pemulangan jenazah Juliana saat ini sedang berlangsung. Jenazah akan dibawa ke Denpasar, Bali baru diterbangkan ke Brazil.

"Akan diotopsi di Bali dikarenakan fasilitas otopsi di NTB terbatas. Satu-satunya dokter forensik yang bertugas di NTB sedang menjalankan tugas di luar daerah," ujarnya.

Baca juga : Polri Gandeng FBI, 2 Kali Pesawat Haji Diancam Bom

Dinda mengatakan dokter autopsi di RS Bhayangkara Mataram masih bertugas di Sumatera. Sehingga opsi terdekat untuk melakukan autopsi dilakukan di Denpasar. "Otopsi akan dilakukan di sana setelah proses administrasi selesai," katanya.

Dijelaskannya, permintaan otopsi berasal dari pihak keluarga yang ingin memastikan waktu kematian Juliana. Informasi ini diperlukan untuk melengkapi dokumen administrasi pemakaman di negara asal korban.

"Mereka ingin mengetahui waktu kematiannya karena itu dibutuhkan untuk proses dokumen saat pemakaman di Brazil," tambah eks Bupati Bima itu.

Dia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTB dan Kepala Basarnas RI yang hadir memantau proses evakuasi sejak Rabu.

Baca juga : Garuda Lapor Polisi Dan Gelar Investigasi

Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat menunjukkan komitmen kuat dalam upaya penyelamatan dan penanganan korban. Sang Wagub juga menyampaikan bahwa pihak keluarga memahami tantangan besar dalam proses evakuasi, mengingat kondisi cuaca dan medan ekstrem di Gunung Rinjani.

"Mereka mengapresiasi seluruh kerja keras tim yang telah berjuang tanpa henti," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.