RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama mendampingiWakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta bertemu dengan Wamenlu Turki Nuh Yılmaz. Pertemuan tersebut dilakukan di Kocaeli, Istanbul, Turki, pada 9 Agustus 2025.
Anis dan Dubes Rizal disambut Wamenlu Turki dengan hangat. Momen pertemuan itu diunggah Dubes Rizal di akun X, @AchmadRPurnama, Minggu (10/8/2025).
Dubes Rizal dan Anis mengenakan batik. Sementara Wamenlu Yilmaz memakai setelan jas berwarna biru gelap. Kedatangan Anis membawa misi penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Turki.
Dalam keterangannya, Dubes Rizal mengatakan, kedua Wamenlu berkomitmen memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi dan budaya.
Baca juga : Dubes Achmad Rizal Purnama Sambut Kapal Perang RI Di Pelabuhan Mersin
“Pertemuan tersebut juga menjajaki peluang untuk berkoordinasi lebih erat terkait isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama,” kata Dubes Rizal.
Kedua Wamenlu berdiskusi dengan akrab. Keduanya memiliki kesamaan pandangan yang kuat. Mereka menyoroti urgensi memperluas kerja sama konkret, mulai dari peningkatan perdagangan bilateral hingga pertukaran budaya.
Kerja sama di berbagai forum internasional juga penting. Dalam dunia yang tengah bergejolak, kolaborasi dua negara mayoritas berpenduduk muslim ini menjadi kebutuhan strategis.
Indonesia dan Turki tergabung dalam beberapa organisasi penting di dunia. Di antaranya, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), organisasi ekonomi dan pembangunan Developing 8 Countries
Baca juga : Dubes RI Untuk Turki Achmad Rizal Purnama Genjot Kerja Sama Pertahanan RI-Turki
(D-8), organisasi ekonomi global Group of Twenty (G20), Gerakan Non Blok (GNB), hingga MIKTA (kelompok negara menengah yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia).
Sebelum diplomasi sore itu berlangsung, Dubes Rizal dan Anis telah memulai agendanya menghadiri seminar internasional. Anis hadir sebagai pembicara seminar bertajuk The Modern Trends in Strategic Qualification.
Acara ini diselenggarakan oleh Strategic Thinking Group Association (STGA). Acara tersebut mempertemukan 119 peserta dari 14 negara di dunia Islam.
Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi umat Muslim di era modern.
Baca juga : Bertemu Menlu Sugiono, Bahas Tindak Lanjut Hasil PMC
Anis menekankan pentingnya mendorong generasi muda Muslim untuk berpikir kritis, dengan bingkai moral agama.
“Pemuda Muslim sebagai pemimpin masa depan perlu dibekali tidak hanya dengan keterampilan berpikir strategis, tetapi juga dengan kompas moral yang kuat yang berakar pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.