BREAKING NEWS
 

WNI Meninggal Di Kamboja, Kemlu Kirim Nota Diplomatik Desak Investigasi

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 21 Agustus 2025 17:38 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Kedutaan Besar RI di Phnom Penh tengah menangani kasus meninggalnya seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial NA di Rumah Sakit Siem Reap, Kamboja, pada 12 Agustus 2025.

Kisah ini bermula dari laporan keluarga NA kepada Kementerian Luar Negeri pada Mei lalu. Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Kemlu melakukan komunikasi langsung dengan NA melalui video call pada 31 Mei 2025.

Dalam percakapan tersebut, NA menjelaskan bahwa ia meninggalkan Indonesia atas kehendaknya sendiri, dipicu oleh persoalan keluarga yang sedang dihadapinya. NA diketahui berangkat bersama seorang warga negara Inggris yang merupakan kenalan lama keluarga sejak di Indonesia.

Baca juga : Masih Mahal Di 191 Daerah, Harga Beras Dipantau Istana

Selama berada di Kamboja, NA tidak bekerja dan, berdasarkan asesmen Kemlu, berada dalam kondisi baik—memiliki kebebasan bergerak, tidak mengalami ancaman, kekerasan, maupun indikasi tindak pidana atau perdagangan orang.

Adsense

Kemlu sempat menawarkan mediasi antara NA dan keluarganya di Indonesia. 

“Selanjutnya Kemlu telah menawarkan mediasi NA dengan keluarga, namun NA menolak dan meminta Pemerintah menghormati pilihannya karena ia sudah dewasa, dapat mengambil keputusan sendiri dan bepergian secara legal. Upaya penanganan ini telah disampaikan Kemlu kepada pihak keluarga di Indonesia,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, Kamis (21/8/2025).

Baca juga : Pengalaman Di Kamboja, Tanque Yakin Gacor Di Persib

Namun situasi berubah pada 8 Agustus 2025, ketika Kemlu menerima kabar bahwa NA tengah dirawat intensif di RS Rujukan Siem Reap. Kondisinya memburuk dan sempat mengalami koma pada 11 Agustus, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 12 Agustus pukul 10.20 waktu setempat.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan Kepolisian Kamboja, penyebab kematian NA adalah overdosis obat yang memicu komplikasi serius dan hepatitis akut akibat keracunan hati. Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, perwakilan Kemlu telah mengunjungi rumah orang tua NA di Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk menyampaikan belasungkawa.

Pada kesempatan itu, menurut Judha, Kemlu secara langsung menjelaskan langkah-langkah lanjutan yang tengah ditempuh. Termasuk di antaranya adalah penyampaian nota diplomatik kepada otoritas Kamboja guna mendorong investigasi menyeluruh atas peristiwa yang menimpa NA.

Baca juga : Legislator PDIP Minta Polisi Terbuka Usut Kematian Diplomat Muda Di Menteng

Saat ini, jenazah NA telah dipindahkan ke rumah duka di Phnom Penh untuk proses pemulasaraan lebih lanjut. Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Phnom Penh terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan keluarga NA untuk memastikan penanganan terbaik bagi almarhumah. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense