RM.id Rakyat Merdeka - Suadana perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki berlangsung meriah di Wisma Duta di Ankara, Turki, Kamis (21/8/2025). Acara ini sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Indonesia.
Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Turki, Jumat (22/8/2025), hadir dalam acara ini Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Presiden (Wapres) Turki Cevdet Yilmaz.
Dalam pernyataannya, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki Achmad Rizal Purnama mengatakan, resepsi ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Acara hari ini merupakan ruang temu bagi diplomasi budaya dan jejaring strategis yang berangkat dari rasa saling percaya,” tegasnya.
Baca juga : PDIP Soroti Penurunan TKD, Pemerintah Perlu Kuatkan Program Berbasis Desa
Suasana persahabatan terasa hangat sejak awal acara. Resepsi dibuka dengan khidmat melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia dan Turki, dilanjutkan pemotongan tumpeng.
“Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar persahabatan kedua bangsa semakin erat,” harap Dubes Rizal.
Dalam suasana penuh keakraban, Rano Karno duduk satu meja dengan Wapres Cevdet Yilmaz, Wali Kota Ankara Mansur Yavas, mantan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, Ketua Grup Persahabatan Parlemen Turki-Indonesia Aysle Bohurler dan Managing Director TAIS Dogan Bescan.
Baca juga : Legislator DIY: Program Prabowo Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Di Yogyakarta
Pada kesempatan itu, Rano menekankan makna perayaan sebagai wujud diplomasi rakyat, sekaligus peluang mempererat kerja sama Jakarta dan Ankara.
“Di usia 75 tahun hubungan Indonesia-Turki, kami berkeinginan kuat memperluas kolaborasi antarkota. Mulai dari pengelolaan air, lingkungan, hingga seni, sebagai warisan nyata yang dirasakan langsung masyarakat,” ujar Rano.
Cevdet Yilmaz menyampaikan apresiasi atas perayaan ini. “Turki dan Indonesia sejak lama memiliki banyak kesamaan pandangan. Kami menyambut baik kerja sama yang makin konkret. Termasuk pertukaran budaya yang menjadi jembatan hati kedua bangsa,” tuturnya.
Baca juga : Periksa Eks Anggota BPK, KPK Dalami Dugaan Pengondisian Audit Di Bank BJB
Selepas pemotongan tumpeng, suasana kian semarak dengan penampilan seniman Betawi yang membawakan tarian tradisional penuh energi. Riuh tepuk tangan mengiringi pertunjukan, disusul permainan musik angklung yang mengajak para tamu ikut serta memainkan nada, menegaskan semangat kebersamaan tanpa batas budaya.
Menjelang penutupan, para penari asal Jakarta mengajak seluruh tamu bangkit dan menari bersama. Para diplomat, tamu kehormatan, hingga pejabat kedua negara antusias mengikuti jalannya acara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.