RM.id Rakyat Merdeka - Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Duta Besar Peter Haymond, mengunjungi Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2025) untuk menghadiri acara puncak Super Garuda Shield 2025. Kunjungan itu menegaskan komitmen AS memperkuat kemitraan, meningkatkan keamanan regional dan mendukung masyarakat setempat.
Haymond memulai kunjungannya dengan menyaksikan Latihan Tempur Darat Gabungan di dekat Pusat Latihan Tempur Baturaja. Acara puncak ini menampilkan interoperabilitas militer Indonesia dengan negaranegara mitra dalam mendukung operasi militer gabungan. Latihan ini merupakan puncak dari koordinasi dan perencanaan selama berbulan-bulan antara TNI dan negara-negara mitra.
Para personel mengintegrasikan aset-aset udara dan darat seperti jet tempur, helikopter tempur dan sistem roket bergerak. "Latihan gabungan ini untuk membina kemitraan dan pemahaman yang lebih besar di antara militer negara-negara yang berkomitmen terhadap IndoPasifik yang bebas dan aman," kata Haymond.
Baca juga : BAZNAS Hasilkan 9 Resolusi Di Rakornas 2025 Perkuat Tata Kelola Dukung Asta Cita
“Super Garuda Shield menunjukkan bahwa AS, Indonesia dan mitra-mitra kami berada dalam satu langkah yang sama. Tentunya dalam upaya menjaga keamanan, kemakmuran dan kedaulatan di Indo-Pasifik,” imbuhnya.
Haymond merasa bangga dengan upaya kolektif untuk menegakkan keamanan regional, sambil memberikan sumbangsih kembali kepada masyarakat setempat. Setelah melihat latihan tempur secara langsung, Haymond menghadiri upacara gunting pita renovasi sekolah setempat, SDN 02 Tunas Peracak, Oki Timur, yang didanai program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA) Departemen Pertahanan AS.
“Saya merasa terhormat dapat bergabung dengan Anda hari ini dalam acara pengguntingan pita di SDN 02 Tunas Peracak, Oki Timur. Ini bagian dari kegiatan Super Garuda Shield 2025,” ucap Haymond.
Baca juga : Menteri Ekraf Tutup HEXIA 2025, Perkuat Sektor Aviasi Dan Ekonomi Kreatif
Menurutnya, proyek ini mewakili komitmen bersama untuk berinvestasi di masa depan. Menyediakan fasilitas yang aman dan modern bagi generasi muda untuk dapat belajar, tumbuh dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
Menurut keterangan Kedubes AS di Jakarta, proyek ini diselesaikan melalui Engineers’ Civil Action Program (Encap) militer AS dengan bantuan personel militer Kanada. Ini bagian dari kegiatan Super Garuda Shield 2025. Acara itu dihadiri Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (KODIKLAT) TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton, pejabat lokal dan anggota masyarakat.
Seperti diketahui, Super Garuda Shield 2025 merupakan salah satu latihan militer multinasional terbesar di Asia Tenggara. Latihan diikuti 6.501 personel dari 13 negara. Yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brazil, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Selandia Baru.
Baca juga : TNI Mesra Bareng Jepang Dan Amrik
Kegiatan berlangsung selama 11 hari pada 25 Agustus-4 September 2025 di sejumlah lokasi di Tanah Air. Mulai dari Jakarta, Baturaja (Sumatera Selatan), hingga Dabo Singkep (Kepulauan Riau).
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 4 September 2025 dengan judul "Hadiri Acara Puncak Super Garuda Shield, AS Perkuat Kemitraan Keamanan Dengan RI 2025"
Ralat: Sebagai revisi edisi cetak, kalimat Kepala Kodiklat Bobby Rinal Makmun seharusnya Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.