BREAKING NEWS
 

Tak Sampai Setahun Berkuasa, PM Jepang Shigeru Ishiba Umumkan Rencana Mundur

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 7 September 2025 18:39 WIB
PM Shigeru Ishiba dalam konferensi pers, Minggu (7/9/2025). (Foto: Instagram @shigeruishiba)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba mengumumkan rencana untuk melepas jabatan, Minggu (7/9/2025).

Keputusan mundur yang disampaikan kurang dari setahun setelah menjabat ini tercetus sehari sebelum Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya mempertimbangkan rencana untuk menggelar pemilihan presiden dadakan.

Dalam konferensi pers yang disampaikan pada Minggu (7/9/2025) sore, Ishiba mengungkap, pengunduran dirinya dilatari oleh fakta bahwa pemerintahannya telah mencapai tonggak sejarah dalam negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS).

Di luar itu, Ishiba juga menyatakan bertanggung jawab atas kemunduran LDP dalam pemilihan anggota DPR pada Juli 2025.

Ishiba mantap mundur, setelah dia mengadakan pembicaraan dengan mantan PM Yoshihide Suga dan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, dua sosok yang dekat dengan dirinya. Suga dan Koizumi diyakini telah mendesak Ishiba untuk menghindari perpecahan di LDP.

Sumber yang dekat dengan Ishiba mengungkap, politisi yang menduduki kursi PM sejak Oktober 2024 telah menyatakan kesediaannya untuk menggelar kontes kepemimpinan LDP, dengan mengancam akan membubarkan DPR serta menggelar pemilihan umum dadakan. Langkah ini  memicu reaksi keras di dalam tubuh LDP.

Baca juga : Laga Pembuka, Mbappe Jadi Pahlawan Real Madrid

Hasil jajak pendapat media menyebutkan, lebih dari 50 persen responden menilai pengunduran diri Ishiba tidak diperlukan. 

“Tetapi, seruan internal LDP untuk menggelar pemilihan presiden lebih awal memaksa Ishiba untuk mundur,” kata pakar politik, seperti dilansir Kyodo News, Minggu (7/9/2025).

Di tengah meningkatnya seruan agar Ishiba bertanggung jawab atas hilangnya mayoritas koalisi yang berkuasa dalam pemilihan majelis tinggi pada Juli 2025, LDP berencana mengumpulkan tanda tangan para anggota parlemennya pada hari Senin (8/9/2025). Demi memastikan rencana penyelenggaraan pemilihan presiden lebih awal, sebelum tahun 2027. 

Namun, pejabat senior LDP mengungkap, partainya memutuskan membatalkan prosedur tersebut, setelah Ishiba menyatakan niat mundur.

Adsense

Kritik terhadap Ishiba meningkat dalam beberapa hari terakhir, bahkan di antara sekutunya, karena dia telah berjanji untuk tetap menjabat. 

Suga, yang menjabat sebagai perdana menteri selama sekitar satu tahun sejak September 2020, disebut mengkhawatirkan penyelenggaraan kontes kepemimpinan, karena dapat memperlebar perpecahan di dalam partai berkuasa.

Baca juga : Gebyar 17-an di Sekolah Alam Tunas Mulia, Anak Pemulung Kibarkan Merah Putih

Jumat (5/9/2025), Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki bergabung dengan anggota parlemen veteran untuk menuntut pemungutan suara kepemimpinan partai. Suzuki adalah anggota pertama Kabinet Ishiba yang melakukannya.

Dalam postingan blog pribadinya, Suzuki mengingatkan, partai harus bersatu dan mendapatkan kembali kepercayaan. Suzuki adalah anggota faksi yang dipimpin omantan PM Taro Aso, yang menyerukan pemilihan presiden LDP.

Suga dan Aso, yang saat ini menjabat penasihat tertinggi LDP, tetap menjadi penentu arah yang berpengaruh di partai. 

Selasa pekan lalu, Ishiba mengatakan akan menentukan masa depan politiknya pada saat yang tepat. Tetapi, dia menegaskan kembali keinginannya untuk tetap menjabat dan mengejar tujuan kebijakan. Bahkan, ketika seorang ajudan dekatnya menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan kunci partai.

Sejauh ini, LDP tidak pernah mengadakan pemilihan kepemimpinan paruh waktu yang dipicu oleh keputusan mayoritas.

Ishiba memenangkan kursi kepresidenan LDP pada upaya kelimanya. Tapi sayangnya, koalisi berkuasa kehilangan mayoritas di majelis rendah.

Baca juga : Tekan Harga Beras, Polri-Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah

Pada 20 Juli lalu, LDP dan mitra koalisi juniornya: Partai Komeito, juga kehilangan mayoritas dalam pemilihan majelis tinggi.

Laporan tinjauan pemilu LDP yang dirilis pada Selasa (2/9/2025), atau lebih dari sebulan setelah pemilihan majelis tinggi, menunjukkan skandal dana politik sebagai penyebab utama kemunduran partai.

LDP telah menghadapi pengawasan ketat atas terungkapnya fakta bahwa beberapa fraksinya, termasuk fraksi yang sebelumnya dipimpin mendiang PM Shinzo Abe, gagal melaporkan sebagian pendapatan dari acara penggalangan dana dan menciptakan dana gelap.

Mayoritas anggota parlemen yang menekan Ishiba untuk mundur adalah mereka yang memiliki hubungan dekat dengan Abe, sosok yang dikenal karena memiliki pandangan keras dan pengaruh yang kuat, baik selama ataupun setelah masa jabatan perdana menterinya selesai. Abe tewas dibunuh pada tahun 2022, saat berpidato dalam kampanye pemilu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense