BREAKING NEWS
 

Marah Pejabatnya Korupsi, Ribuan Warga Filipina Demo

Bongbong Diguncang Skandal Proyek Banjir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 23 September 2025 05:41 WIB
TARIK-TARIKAN: Seorang pendemo di Manila, Filipina, ditarik rekannya sesama pendemo saat akan diamankan petugas anti huruhara, Minggu (21/9/2025). (Foto Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Junior (Jr) alias Bongbong, menghadapi tekanan publik akibat skandal dugaan korupsi proyek-proyek pengendalian banjir fiktif. Sekitar 50 ribu orang turun ke jalan di Ibu Kota Manila, memprotes skandal korupsi tersebut pada Minggu (21/9/2025).

Rakyat Filipina marah terhadap penyalahgunaan dana publik. Sebab, proyek tersebut secara resmi terdaftar dan dananya telah dicairkan, tetapi tidak pernah benar-benar dikerjakan.

Kasus itu melibatkan sejumlah anggota parlemen dan pejabat Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH), yang diduga menerima suap dari perusahaan konstruksi.

Demo di akhir pekan itu merupakan puncak dari serangkaian aksi protes yang telah berlangsung dalam dua minggu terakhir. Aksi besar dimulai damai dengan perkiraan 50 ribu orang berkumpul di jalan utama EDSA (Epifanio de los Santos Avenue). Jalan ini melingkari enam kota yang melingkupi kawasan Metro Manila, Filipina, lokasi bersejarah yang menjadi pusat aksi People Power pada 1986 yang menggulingkan Ferdinand Marcos, ayah Bongbong.

Baca juga : Warga Peduli Warga Inisiatif Membangun Jaring Solidaritas Sosial

Aksi berubah rusuh setelah terjadi bentrokan antara demonstran muda bertopeng dengan polisi antihuruhara. Salah satu penyelenggara aksi, Renato Reyes mengaku terkena lemparan batu saat meninggalkan area dekat Istana Kepresidenan, Malacanang.

“Mereka bisa saja provokator atau memang benar-benar marah dengan apa yang terjadi,” ujarnya kepada Reuters, Minggu (21/9/2025).

Menurut Juru Bicara Kepolisian Mayor Hazel Asilo, sekitar 72 orang ditangkap. Termasuk 20 anak di bawah umur, dalam dua insiden terpisah. Warga yang berdemo didominasi anak-anak muda atau Gen Z.

Adsense

Korupsi memang sudah lama menjadi persoalan di Filipina. Tudingan ada korupsi proyek negara untuk mitigasi banjir, membuat publik mengamuk. “Ketika banyak orang menderita karena badai dan banjir, justru ada pihak yang diduga terlibat korupsi dalam proyekproyek ini dan memamerkan gaya hidup mewah di media sosial,” protes seorang pimpinan massa Francis Aquino Dee dikutip Guardian, Senin (22/9/2025).

Baca juga : Hadiri Perayaan HUT Perwala, Sekjen MPR Dorong Penguatan Peran Perempuan

Bongbong mendukung hak warga berdemonstrasi. Namun, dia juga mengingatkan, aparat akan bertindak bila terjadi kekerasan. Rekaman GMA News menunjukkan sekelompok demonstran berpakaian hitam melempari polisi dengan batu dan botol di dekat Istana Kepresidenan. Hal itu memicu aparat menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air untuk membubarkan massa.

Media lokal memberitakan, sejumlah polisi terluka akibat lemparan batu. Sementara sekelompok orang tak dikenal membakar sebuah kontainer di area yang sama.

“Kami akan melindungi hak warga untuk berkumpul secara damai menyampaikan keluhan. Namun kami tidak akan mentoleransi instabilitas dan kekerasan,” tegas Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Jonvic Remulla dalam pernyataan resmi, Minggu (21/9/2025).

Awal bulan ini, Bongbong membentuk badan independen untuk menyelidiki besaran dana yang diduga dikorupsi dari proyek-proyek pengendalian banjir. Ratusan rekening bank terkait proyek tersebut telah dibekukan.

Baca juga : KPK Duga Uang Korupsi Dana Operasional Gubernur Papua Digunakan Beli Private Jet

Sementara, sepupu Bongbong, Ferdinand Martin Gomez, mengundurkan diri dari Ketua DPR setelah dituding terlibat dalam proyek bermasalah itu. Departemen Keuangan Filipina memperkirakan, kerugian akibat skandal ini sekitar 2 miliar dolar AS (Rp 33,2 triliun) pada 2023-2025. Namun, organisasi lingkungan Greenpeace memproyeksi, angka itu bisa jauh le bih besar, mendekati 18 miliar dolar AS atau Rp 297 triliun.

Angin Topan & Banjir

Badan Meteorologi Filipina, Senin (22/9/2025), mengabarkan adanya kemungkinan hujan lebat dan angin kencang di bagian utara Filipina. Filipina tengah disinggahi Topan Ragasa dengan kecepatan angin mencapai 265 kilometer per jam.

Seluruh sekolah dan kegiatan kantoran diliburkan pada Senin (22/9/2025). Kepala Badan Mitigasi Rueli Rapsing meminta warga segera mengungsi. “Kita menghadapi ancaman angin kencang dan banjir bandang,” infonya kepada AFP, Senin (22/9/2025).

Filipina merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang menjadi langganan topan. Dilansir Reuters, Senin (22/9/2025), Filipina setidaknya ndihantam 20 topan setiap tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense