BREAKING NEWS
 

Wawancara Eksklusif Dengan Wapres Swiss Guy Bernard Parmelin

Swiss Dukung RI Gabung OECD

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 3 Oktober 2025 07:25 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Swiss Guy Bernard Parmelin. (Foto: Dok. Kedutaan Besar Swiss Di Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, Swiss melirik Indonesia sebagai mitra strategis kawasan. Wakil Presiden (Wapres) Swiss Guy Bernard Parmelin datang langsung ke Jakarta membawa agenda penguatan kerja sama bilateral. Mulai dari sektor industri, pendidikan vokasi, hingga tata kelola ke uangan internasional.

Menjelang kunjungan resminya, Wartawan Rakyat Merdeka Larasati Dyah Utami mendapat ke sempatan untuk wawancara tertulis dengan salah satu tokoh penting di kancah global ini. Dalam jawaban wawancara tertulis tersebut, Parmelin menegaskan komitmen negaranya untuk mempererat kemitraan strategis dengan Indonesia. Terutama di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia yang terus berkembang. 

Politisi dari Swiss People’s Party itu berkunjung ke Indonesia pada 30 September hingga 3 Oktober 2025. Dalam kunjungannya, Parmelin memboyong delegasi bisnis dengan misi memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Khususnya sektor perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi. 

Baca juga : BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink, Catat Transaksi Rp 1.145,22 Triliun

“Berdasarkan diskusi saya sebelumnya dengan Pemerintah Indonesia, saya datang bersama asosiasi bisnis utama, lembaga promosi ekspor, serta perusahaan-perusahaan terkemuka dari sektor penting seperti manufaktur, rekayasa industri, komoditas, farmasi, serta perbankan dan asuransi,” ujar Parmelin. 

Dalam kunjungan ini, Parmelin didampingi oleh organisasi bisnis besar seperti Kamar Dagang Swiss (Economiesuisse), Asosiasi Industri Mesin dan Kelistrikan (Swissmem), lembaga asuransi risiko ekspor, Swiss Export Risk Insurance (SERV), dan badan promosi ekonomi, Switzerland Global Enterprise (S-GE). Delegasi juga terdiri dari perusahaan-perusahaan Swiss yang bergerak di sektor manufaktur, teknik presisi, teknologi bersih, dan keuangan. 

Sebagai informasi, pria kelahiran Bursins, Kanton Vaud ini, pernah menjabat sebagai Presiden Swiss pada 2021, serta menjadi Wakil Presiden pada tahun 2020. Dia kembali dilantik sebagai Wakil Presiden Swiss di bawah kepemimpinan Presiden Karin Keller‑Sutter pada 1 Januari 2025. 

Potensi Perjanjian EFTA-Indonesia 

Baca juga : Ade Irfan Pulungan: SK Bisa Terbit, Jika Ada Surat Mahkamah Partai

Parmelin meyakini bahwa kunjungan ini akan membuka peluang kolaborasi baru, terutama dalam memaksimalkan potensi Comprehensive Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan negara-negara anggota European Free Trade Association (EFTA), di mana Swiss menjadi salah satu anggotanya. 

“Indonesia telah lama menjadi mitra penting bagi Swiss. Saat ini, sekitar 150 perusahaan Swiss beroperasi di Indonesia, dengan total investasi lebih dari 2,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 32,55 triliun),” ungkapnya. 

“Kunjungan ini sudah direncanakan sejak lama, dan saya sangat senang akhirnya bisa berada di sini sekarang,” imbuhnya. 

Baca juga : Syaifullah Tamliha: Saya Berharap Legowo, Nggak Ada Gugatan...

Sebagai Anggota Dewan Federal Swiss yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan Riset (EAER), Parmelin juga menaruh perhatian besar pada kerja sama bidang pendidikan dan inovasi. Dia menyebut pendidikan sebagai pilar penting dalam hubungan bilateral Swiss-Indonesia. 

Swiss dikenal memiliki sistem pendidikan vokasional (dual education system) terbaik di dunia. Pemerintah Swiss menyadari bahwa Indonesia, dengan bonus demografinya dan pertumbuhan industri serta sektor pariwisata, membutuhkan model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. 

“Swiss dengan senang hati akan berbagi pengalaman, selama itu berguna dan disesuaikan dengan konteks lokal. Tidak ada satu resep yang cocok untuk semua. Indonesia perlu mengembangkan sistemnya sendiri berdasarkan kebutuhan nasional,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense