BREAKING NEWS
 

Erdogan Hingga Modi Sambut Baik Kesepakatan Awal Damai Israel-Hamas

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 9 Oktober 2025 18:31 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pemimpin dunia menyambut baik kesepakatan awal damai Israel-Hamas yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (9/10/2025). 

Berikut pernyataan apresiasi para pemimpin dunia - mulai dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hingga PM India Narendra Modi terkait hal tersebut, seperti dikutip dari berbagai sumber:

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

Erdogan mengaku sangat senang, karena pembicaraan Hamas-Israel yang dilakukan di Sharm El Sheikh menghasilkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Terlebih, Turki juga ikut berkontribusi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada negara-negara persaudaraan Qatar dan Mesir, terutama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menunjukkan kemauan politik kuat untuk mendorong Israel melakukan gencatan senjata, dan memiliki dukungan yang signifikan dalam mencapai kesepakatan," papar Erdogan via X, Kamis (9/10/2025).

Dia memastikan, Turki akan terus berkontribusi pada proses pencapaian damai tersebut. Erdogan memastikan, Turki akan terus melanjutkan perjuangan di Palestina berdasarkan perbatasan 1967, sampai negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan terintegrasi secara geografis didirikan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Pada kesempatan ini, saya menyapa saudara-saudara Palestina saya yang telah menderita rasa sakit tak terlukiskan selama 2 tahun, berjuang untuk hidup dan martabat dalam kondisi yang tidak manusiawi; kehilangan anak-anak, ibu, ayah, kerabat, teman, dan tidak berkompromi pada sikap mulia mereka. Terlepas dari semua tragedi yang telah mereka alami," tutur Erdogan.

Baca juga : Soal Kesepakatan Awal Damai Israel-Hamas, Sekjen PBB: Penderitaan Harus Berakhir

"Semoga Tuhan membantu saudara-saudara Palestina kita. Semoga Tuhan mengasihi jiwa para martir, yang saat ini beristirahat dengan damai di tempat mereka di surga," pungkasnya.

PM Inggris Keir Starmer 

"Ini adalah momen kelegaan mendalam yang akan dirasakan di seluruh dunia, terutama bagi para sandera, keluarga mereka, dan penduduk sipil Gaza, yang telah menanggung penderitaan yang tak terbayangkan selama dua tahun terakhir," kata Starmer, seperti dilansir Press Association Inggris.

PM Kanada Mark Carney

Carney mengucapkan selamat kepada Trump atas kepemimpinan yang telah ditunjukkan dalam menghasilkan kesepakatan awal damai Israel-Hamas pada Kamis (9/10/2025). Serta menghaturkan terima kasih kepada Qatar, Mesir, dan Turki atas kerja keras tak kenal lelah untuk mendukung negosiasi.

"Saya lega, para sandera akan segera bersatu kembali dengan keluarganya. Setelah intens menderita selama bertahun-tahun, kedamaian tampak di depan mata," tulis Carney via X, Kamis (9/10/2025).

Adsense

"Kanada meminta semua pihak untuk segera menerapkan semua persyaratan yang disepakati, dan bekerja menuju perdamaian yang adil dan abadi," sambungnya.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov

Kremlin memastikan dukungan atas kesepakatan awal damai Israel-Hamas.

Baca juga : Bank Jakarta Sambut Positif Rencana Penempatan Dana Pemerintah Pusat

"Kami tentu mendukung upaya-upaya ini. Gencatan senjata di Gaza sudah tercapai dan ini tentu saja memuaskan semua pihak. Semua upaya ini patut disambut baik," ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov sebagaimana dilansir Reuters dari Interfax, Kamis (9/10/2025).

PM Australia Anthony Albanese

Albanese menilai kesepakatan awal damai Israel-Hamas sebagai langkah yang sangat dibutuhkan menuju perdamaian, setelah kedua pihak berkonflik selama dua tahun. 

Albanese memastikan, Australia secara konsisten menjadi bagian dari seruan internasional untuk gencatan senjata, pengembalian sandera, dan aliran bantuan yang tidak terhalang ke Gaza.

"Kami mendesak semua pihak untuk menghormati ketentuan rencana. Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas upaya diplomatiknya dan mengakui peran penting Mesir, Qatar, dan Turki dalam menyampaikan perjanjian ini," ujar Albanese dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, yang dipublikasikan melalui platform media sosial X, Kamis (9/10/2025).

Australia, lanjutnya, sangat mendukung komitmen rencana untuk menolak peran Hamas dalam pemerintahan Gaza di masa depan. Ada jalan yang sangat panjang menuju pemulihan di Gaza, mengamankan perdamaian jangka panjang dan membangun negara Palestina.

"Bersama dengan mitra kami, Australia akan terus melakukan apa yang kami bisa untuk berkontribusi pada solusi dua negara yang adil dan abadi," pungkasnya.

PM India Narendra Modi 

Baca juga : Kemenkes Ingatkan Pentingnya Kesehatan Jiwa Di Segala Situasi

Modi menyambut baik kesepakatan awal damai Israel-Hamas, yang diinisiasi Presiden Trump. Menurutnya, pencapaian ini juga merupakan cerminan dari kepemimpinan yang kuat PM Netanyahu.

"Kami berharap pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan yang ditingkatkan kepada rakyat Gaza akan meringankan penderitaan mereka, dan membuka jalan bagi perdamaian abadi," kata Modi via X.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense