BREAKING NEWS
 

ICWA, Sekjen Kemlu dan BSKLN Kemlu Bahas Sinergi Diplomasi Strategis

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 11 Oktober 2025 10:56 WIB
Dari kiri: Staf Ahli Menlu Bidang Hubungan Antarlembaga Prasetyo Hadi, Dubes Bagas Hapsoro, Dubes Prayono Atiyanto, Dubes Artauli Tobing, Dubes Hamzah Thayeb, Sekjen Kemlu Denny Abdi, Dubes Soemadi Brotodingrat, Dubes Tri Edi Mulyani dan Dubes Ferry Adamhar dalam pertemuan para pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dengan Sekretaris Jenderal Kemlu, Kepala Badan Strategi Kerjasama Luar Negeri (BSKLN), dan Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Kemlu, Jumat (10/10/2025). (Foto ICWA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menggelar pertemuan dengan jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemlu), termasuk Sekretaris Jenderal Denny Abdi, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Muhammad Takdir, serta Staf Ahli Menlu Bidang Hubungan Antarlembaga Prasetyo Hadi, Jumat (10/10/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategis mengenai sinergi antara ICWA dan Kemlu dalam mendukung kebijakan luar negeri Indonesia.

Dalam sambutannya, mantan Dubes RI untuk Australia, T.M. Hamzah Thayeb, mewakili jajaran pengurus ICWA, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan para pejabat tinggi Kemlu yang dilantik oleh Menlu Sugiono pada 17 September lalu.

“Semoga amanah ini memperkuat diplomasi Indonesia dan menginspirasi seluruh insan Kemlu,” ujarnya.

Baca juga : ICWA dan Kemlu Dorong Kerja Sama Multilateral Yang Lebih Inklusif

Hamzah juga menuturkan, sejak dilantik pada Januari 2025, pengurus ICWA periode 2025–2027 telah aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat Kemlu, termasuk Wakil Menlu dan pejabat eselon I lainnya.

Ketua Dewan Pertimbangan ICWA, Dubes Soemadi Brotodiningrat, menegaskan bahwa ICWA adalah lembaga independen yang tidak dapat didikte oleh pihak mana pun, namun selalu memberikan masukan konstruktif untuk kebijakan luar negeri Indonesia.

Sementara itu, Dubes Adiyatwidi Adiwoso menyampaikan bahwa ICWA kini telah berbadan hukum sebagai Perkumpulan, dengan para mantan Menlu RI sebagai pelindung dan tokoh senior diplomasi seperti Soemadi Brotodiningrat, Makarim Wibisono, dan Nazaruddin Nasution sebagai Dewan Pertimbangan.

Adsense

Kepala BSKLN Muhammad Takdir memaparkan bahwa lembaganya telah menyusun 19 policy brief dalam dua tahun terakhir dan menekankan pentingnya kolaborasi dengan ICWA.

Baca juga : PT JIEP Berikan Penghargaan dan Perkuat Kepatuhan Dengan Mitra Strategis

“ICWA dan BSKLN memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyusun rekomendasi strategis bagi Kemlu,” ujarnya.

Usulan disampaikan oleh Dubes Tri Edi Mulyani agar ICWA dapat difasilitasi ruang kerja di lingkungan Kemlu, seperti Pejambon atau Caraka Loka, guna menunjang aktivitas sekretariat dan diskusi.

Senada, Dubes Prayono Atiyanto menekankan pentingnya perencanaan yang matang seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran ICWA.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Kemlu Denny Abdi menyambut baik masukan ICWA dan menyatakan akan segera meninjau kemungkinan pemanfaatan fasilitas Kemlu untuk mendukung aktivitas ICWA.

Baca juga : Teken SKB, Menteri PU: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Strategi Nasional

Sementara itu, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi lintas lembaga dan ormas, termasuk dengan PBNU, guna memperkuat sinergi strategis nasional dalam bidang diplomasi.

Dubes Ferry Adamhar turut mengingatkan pentingnya peran Indonesia dalam memajukan konsep negara kepulauan di forum internasional seperti United Nations Convention on the Law of the Sea  (UNCLOS) atau (Konvensi PBB tentang Hukum Laut), sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo mendukung PBB dan perdamaian dunia.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab ini mempertegas komitmen bersama antara ICWA dan Kemlu untuk terus memperkuat kerja sama strategis dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.

ICWA dinilai sebagai aset penting bagi Kemlu, memanfaatkan pengalaman para diplomat senior untuk mempererat hubungan internasional Indonesia, baik dalam forum bilateral maupun multilateral.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense