RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump senang dan bangga, karena telah berhasil menuntaskan PR yang berat: mewujudkan perdamaian di Timur Tengah melalui kesepakatan Israel-Hamas. Trump bahkan menyebut, hal itu jauh lebih sulit dibanding mengakhiri government shutdown di negaranya.
“Perang di Timur Tengah sudah berjalan 3.000 tahun, sedangkan government shutdown baru 10 hari. Government shutdown itu sudah menjadi hal yang biasa, tapi kami memberi perhatian lebih. Kami membayar penuh gaji militer. Kami juga melakukan banyak hal. Kami mengakhiri program yang tidak kami inginkan,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One, sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Gedung Putih, Senin (13/10/2025).
Trump menambahkan, program-program yang telah diputuskan berakhir, disponsori oleh Partai Demokrat. Besar kemungkinan, pemerintahan Trump tidak akan memperkenankan program tersebut kembali bergulir.
Baca juga : Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Hamas, Indonesia Dukung Rekonstruksi Gaza
“Mereka telah membuat kesalahan besar. Ini benar-benar Schumer shutdown (istilah ini mengacu pada Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat AS, yang dianggap sebagai biang keladi shutdown pada 2018). Dia sudah tidak relevan, tapi ingin kembali relevan," beber Trump.
Presiden ke-45 dan 47 AS itu memastikan, kesepakatan damai bersejarah yang akan segera ditanda tangani para pihak, baik untuk semua.
“Satu hal yang dapat saya beritahu kepada Anda, semua orang bergembira. Apakah itu kaum Yahudi, Muslim, ataupun negara-negara Arab. Ibaratnya, semua negara menari di jalan,” paparnya.
Baca juga : Soal Kesepakatan Awal Damai Israel-Hamas, Sekjen PBB: Penderitaan Harus Berakhir
“Ini adalah pemandangan yang tidak pernah kita lihat selama 3.000 tahun. Jika Anda menyukai satu kelompok, otomatis Anda tidak menyukai kelompok lain. Dan jika Anda suka kelompok lain, Anda tidak akan menyukai kelompok pertama. Tapi, kali ini tidak. Untuk pertama kalinya, semua orang menyatu,” tutur Trump.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyampaikan rencananya mengunjungi Mesir, setelah menyambangi Israel. Trump akan bertemu dengan para pemimpin negara besar berkuasa, dan kaya raya. Mereka akan dilibatkan dalam rencana damai tersebut.
“Semua akan kami libatkan. Ini tak pernah terjadi sebelumnya,” cetus Trump.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.