RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) Sanae Takaichi mendekati partai oposisi demi mengamankan kursi perdana menteri, jelang pemilihan di Diet Nasional (parlemen Jepang) pada 21 Oktober mendatang.
Pada 4 Oktober lalu, Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP dan menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut. Namun, saat dia menjadi pemimpin, koalisi LDP–Partai Komeito yang sudah berjalan 25-26 tahun, akhirnya runtuh.
Karena itu, meski memimpin partai terbesar, dia harus menjalin aliansi baru untuk mengamankan suara mayoritas di parlemen agar bisa diangkat sebagai perdana menteri (PM).
Saat ini, LDP menguasai 196 dari 465 kursi di Majelis Rendah. Butuh 233 kursi bagi sebuah partai agar bisa mencalonkan perdana menteri.
Dikutip dari Strait Times, Kamis (16/10/2025), Takaichi mendekati kubu oposisi terbesar kedua, Partai Inovasi Jepang (JIP) untuk berkoalisi. JIP saat ini menguasai 35 kursi.
“Kedua belah pihak hampir sependapat mengenai kebijakan dasar,” kata Takaichi, yang dikenal sebagai sosok konservatif, usai bertemu Ketua Umum JIP Hirofumi Yoshimura, Rabu (15/10/2025), dilansir Kyodo.
Baca juga : Purbaya Dorong Menteri PKP Genjot Pembangunan Rumah Rakyat
Takaichi dan Yoshimura sepakat memulai konsultasi antara partai. Yoshimura mengatakan, JIP dapat mendukung Takaichi jika kedua partai mencapai kesepakatan mengenai kebijakan mereka.
“Ada pandangan kuat di antara anggota partai bahwa kami harus memastikan sebanyak mungkin kebijakan kami diakomodasi,” kata Fumitake Fujita, salah pimpinan JIP kepada warta¬wan di Tokyo, Jepang, Kamis (16/10/2025), dilansir Channel News Asia.
LDP telah mengusulkan 21 Oktober mendatang sebagai waktu pemungutan suara di parlemen untuk memilih calon PM berikutnya. Namun, pihak oposisi menolak atau menunda rencana itu. Alasannya, mereka masih melakukan pembahasan membentuk koalisi untuk menyaingi LDP.
Calon yang memperoleh mayoritas sederhana (lebih dari 50 persen suara) dalam putaran pertama pemungutan suara akan langsung menang. Jika tidak ada yang mendapat mayoritas, dua kandidat dengan suara terbanyak akan maju ke putaran kedua.
“Meski situasinya masih bisa berubah, ada kemungkinan kuat sebesar 75 persen bahwa Takaichi akan menjadi perdana menteri Jepang berikutnya,” kata para analis Eurasia Group, setelah melihat potensi kerja sama (koalisi) antara LDP dan Partai Inovasi.
LDP dan JIP sejatinya memiliki kesamaan pandangan mengenai kebijakan keamanan. Seperti peningkatan anggaran pertahanan dan rencana untuk merevisi Konstitusi Jepang yang menolak perang.
Baca juga : Dukungan Keluarga dan Kesehatan Mental, Fondasi Resiliensi Anak
Namun, nasib Takaichi masih belum pasti, karena partai oposisi utama, Partai Demokrat Konstitusional (CDP) juga mengajak JIP bergabung dengan koalisi bersama Partai Demokrat Untuk Rakyat (DPP). Koalisi ini ingin mengajukan Ketua DPP Yuichiro Tamaki sebagai calon PM.
Minim Dukungan Untuk Wanita
Dalam diskusi yang diadakan Foreign Correspondents’ Club of Japan (FCCJ), Rabu (15/10/2025), dibahas mengenai kurangnya peran wanita dalam dunia politik Negeri Matahari Terbit.
Hal ini bisa dilihat dengan perjalanan Takaichi menuju kursi PM yang penuh hambatan. Meski menjadi politisi wanita di tengah politik Jepang yang didominasi pria, Takaichi bukan politisi lemah.
Redaktur senior Mainichi Shinbun Chiyako Sato mengatakan, popularitas Takaichi lebih banyak bersumber dari rekam jejak politik dan reputasinya yang konservatif, bukan semata karena faktor gender.
“Prestasinya di dunia politik dan visinya membangkitkan Jepang kembali membuatnya populer dan didukung banyak politisi LDP,” terang Sato dalam diskusi berjudul Will Takaichi Become Japan’s Next Leader?, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, semua kepopuleran dan visi Takaichi yang membuatnya menjadi calon kuat PM wanita pertama Jepang. Sato juga menyebut, belum ada survei yang melihat seberapa besar peran pemilih wanita di Negeri Sakura.
Baca juga : Urusan Tarif Dagang, Amerika-China Perang Lagi
“Belum ada data resmi yang membedakan dukungan antara laki-laki dan perempuan,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjutnya, banyak perempuan berharap, Takaichi bisa membawa perubahan nyata bila terpilih. Terutama dalam memajukan peran wanita di pemerintahan yang selama ini tertinggal dibanding negara maju lain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.