RM.id Rakyat Merdeka - Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas ternodai. Di tengah komitmen damai, pasukan Zionis tetap menggempur Gaza. Rupanya, Israel belum juga insyaf.
Sepekan setelah gencatan senjata, pasukan pertahanan Israel (IDF) menembaki sebuah bus, Jumat (17/10/2025). Akibatnya, sembilan anggota keluarga Palestina tewas. Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, korban merupakan keluarga Abu Shabaan. Mereka sedang memeriksa rumahnya di kawasan Zeitun saat serangan terjadi.
"Tim pertahanan sipil berhasil mengevakuasi sembilan jenazah setelah pasukan pendudukan Israel menargetkan sebuah bus yang membawa pengungsi di sebelah timur wilayah Zeitun kemarin," ujar juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, seperti dikutip AFP, Sabtu (18/10/2025).
Militer Israel mengakui penembakan itu, tapi berdalih targetnya bus yang melintasi “garis kuning” — batas belakang posisi pasukan Israel sesuai perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. "Pasukan menembak untuk menghilangkan ancaman, sesuai ketentuan perjanjian," kata militer Israel dalam pernyataannya.
Mengutip laporan AFP dari media Israel Kan, Minggu (19/10/2025), angkatan udara Zionis juga membombardir Rafah di selatan Gaza. Militer Israel mengklaim, ada teroris yang menembaki pasukan di wilayah itu. Serangan balasan juga diarahkan ke kelompok bersenjata di Khan Younis pada hari yang sama.
Baca juga : 81,5 Persen Rakyat Percaya Pemerintahan Prabowo
Pemerintah Israel dan Hamas kini saling tuding melanggar gencatan senjata. Israel bahkan menutup perlintasan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir hingga waktu yang belum ditentukan.
Kedua pihak juga masih berselisih soal pemulangan jenazah sandera. Israel menuntut Hamas menyerahkan 28 jenazah yang tersisa, sementara Hamas menyebut pencarian terkendala reruntuhan akibat perang.
Ironisnya, meski gencatan sedang berjalan, kekerasan belum berhenti. Menurut Al Jazeera, sejak perjanjian damai berlaku, sedikitnya 28 warga Gaza kembali tewas dibunuh pasukan Israel.
Anak-anak Kembali Sekolah
Di tengah dentuman senjata di Gaza, secercah kabar baik datang dari dunia pendidikan. Sekitar 300 ribu siswa akan kembali belajar setelah setahun terhenti akibat perang.
Penasihat media Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Adnan Abu Hasna, mengatakan pihaknya menyiapkan program belajar tatap muka untuk 10 ribu siswa, sementara lainnya mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Baca juga : Dari Rakyat, Untuk Rakyat Melalui Bahasa Rakyat
"UNRWA telah menetapkan rencana untuk melanjutkan proses pendidikan bagi 300 ribu siswa Palestina di sekolah-sekolah UNRWA, dan jumlah ini kemungkinan akan meningkat," kata Abu Hasna, dikutip Anadolu, Minggu (19/10).
Program itu melibatkan 8 ribu guru. Pembelajaran daring jadi pilihan utama karena banyak sekolah hancur. "Anak-anak Gaza sudah terlalu lama kehilangan hak atas pendidikan," ujarnya.
Data Kementerian Pendidikan Palestina mencatat, sejak perang pecah Oktober 2023, Israel menghancurkan 172 sekolah negeri, merusak 118 sekolah lain, dan menyerang lebih dari 100 sekolah UNRWA. Akibatnya, 17.711 siswa meninggal dunia, 25.897 luka-luka, serta 763 guru gugur, dan 3.189 lainnya terluka.
Selain pendidikan, UNRWA juga berupaya memulihkan layanan kesehatan dasar. "Kami berencana merevitalisasi 22 klinik kesehatan di Jalur Gaza," kata Abu Hasna.
Namun, sebagian besar bantuan senilai ratusan juta dolar masih tertahan di luar Gaza — berupa makanan, selimut, pakaian musim dingin, dan obat-obatan.
Baca juga : Diplomasi Tegas Prabowo, Indonesia Diperhitungkan Dunia
"Masuknya bantuan jadi kebutuhan mendesak menjelang musim dingin," tegasnya.
Meski kehilangan rumah dan pekerjaan, warga Gaza mulai bisa beribadah lagi. Suara adzan kembali berkumandang di Masjid Sayed Hachem, salah satu masjid tertua di Gaza yang masih berdiri meski berkali-kali digempur.
“Bisa salat berjemaah lagi rasanya tak terlukiskan setelah dua tahun penuh kekurangan,” ujar Ghalid al-Nimra, kepada AFP, Minggu (19/10). MEN/BYU
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.