Sebelumnya
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Prof. Teuku Rezasyah menilai, politik luar negeri Indonesia setahun terakhir memang mencatat banyak capaian penting. Puncaknya, saat Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum PBB. Menurut dia, momen itu menandai kembalinya Indonesia sebagai pemain sentral di panggung dunia. Dan yang membuat istimewa, Prabowo mendapat kehormatan bicara pada urutan ketiga. Kata Rezasyah, ini sebuah posisi yang tak sembarangan.
Kata dia, jatah pertama memang selalu untuk Brazil. Itu tradisi sejak PBB berdiri tahun 1945. Karena Brazil dianggap negara ketiga yang paling aktif mendukung pendirian PBB. “Saat itu negara-negara besar seperti Inggris, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Portugal, yang notabene bekas penjajah, merasa canggung bicara duluan di forum dunia. Maka, posisi pembuka diberikan kepada Brazil, disusul AS sebagai tuan rumah, lalu negara-negara lain,” kata Rezasyah, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Kamis (16/10/2025).
Nah, tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan berbicara di posisi ketiga. Menurut Rezasyah, itu bukan kebetulan. Ini tentu hasil konsensus dengan negara-negara lain. “Indonesia mendapat posisi ketiga, karena Prabowo dinilai membawa semangat baru dan gaya kepemimpinan yang tegas, berani, tapi menenangkan. Indonesia dianggap bisa menjadi juri bicara negara lain dan dianggap sebagai penghubung antar peradaban,” ungkapnya.
Baca juga : Prof Ahmad Tholabi Kharlie: Momentum Upaya Penataan Kelembagaan
Menurut Rezasyah, Prabowo memanfaatkan kesempatan berbicara itu dengan baik. Dalam pidatonya, Prabowo berani berbicara soal tragedi kemanusiaan di Gaza dan menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap Solusi Dua Negara sebagai jalan damai yang adil.
Memang, ada sejumlah kritik yang menilai pidato Prabowo kurang akademis. Namun, menurut Rezasyah, hal itu justru tidak relevan. Pidato kepala negara bukan makalah ilmiah. Yang penting pidato itu ada pembuka, isi, dan penutupnya jelas, pesannya mengena, dan bisa dimengerti dunia. “Kalau publik dunia tersentuh, mereka berdiri dan bertepuk tangan tanpa diminta. Dan itu yang terjadi,” ujarnya. Gaya bicara Prabowo yang lugas dan emosional bahkan berhasil mencuri perhatian tuan rumah.
Selain pidato di PBB, kata Rezasyah, capaian membanggakan dari diplomasi Indonesia adalah kehadiran Prabowo dalam KTT Perdamaian Gaza di Mesir. Ini menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan dan dianggap kredibel di mata dunia.
Baca juga : Maman Imanulhaq: Banyak Kebijakan Yang Tumpang Tindih
Kehadiran Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai qualified middle power atau kekuatan menengah yang mampu bernegosiasi di level global. Artinya, Indonesia mampu menjalankan kepentingan-kepentingan nasionalnya di dalam dan luar negeri dan mampu melakukan perundingan langsung dengan berbagai pihak sekaligus.
“Indonesia memang bukan negara adidaya, tapi punya kapasitas dan kepercayaan diri untuk berbicara di forum internasional. Terutama dalam isu kemanusiaan, perdamaian, dan perdagangan,” ujarnya.
Kata Rezasyah, Indonesia meski tidak berada di kawasan, punya kedekatan dengan Palestina. Sehingga memiliki posisi moral yang kuat untuk berbicara soal Gaza. Karena alasan ini, kata dia, Trump memberikan pujian terbuka kepada Prabowo. Kehadiran Indonesia dalam KTT Perdamaian Gaza memberi nilai tambah dalam kesepakatan itu. “Karena negara-negara lain melihat Prabowo sebagai sosok yang bisa dipercaya untuk menjadi penghubung masa depan Gaza,” paparnya.
Baca juga : OSO Instruksikan Kader Perkuat Struktur Daerah
Rezasyah menilai, keberhasilan Prabowo di panggung diplomasi tak lepas dari pengalaman panjangnya. Prabowo sudah kenyang makan asam garam. Pernah di militer, sempat menjadi oposisi, dan kini memimpin pemerintahan. Prabowo juga tidak menunggu “dapur dalam negeri” beres dulu untuk bergerak di luar. Keduanya berjalan beriringan. Menata dalam negeri sambil aktif berdiplomasi ke luar negeri.
“Hasilnya, Prabowo kini bukan hanya berkibar di Tanah Air, tapi juga bersinar di panggung dunia,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.