BREAKING NEWS
 

Sanae Takaichi, Drummer Heavy Metal Wanita Pertama Yang Menjabat PM Jepang

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 21 Oktober 2025 16:13 WIB
Takaichi Sanae (Foto: IG @takaichi_sanae)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sanae Takaichi akhirnya resmi menjadi wanita pertama yang menjabat Perdana Menteri (PM) Jepang, setelah Parlemen Nasional memilihnya melalui pemungutan suara pada Selasa (21/10/2025).

Takaichi yang saat ini memimpin Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa, akan meluncurkan pemerintahan koalisi baru bersama dengan Partai Inovasi Jepang (JIP).

Mengutip NHK, Takaichi akan resmi menjabat setelah Kaisar melantiknya pada Selasa (21/10/2025) malam. Setelah upacara tersebut, Takaichi diperkirakan akan menggelar konferensi pers pertamanya sebagai perdana menteri.

Takaichi yang lahir di Nara pada 7 Maret 1961, dikenal sebagai seorang drummer heavy metal yang menggandrungi grup musik Iron Maiden dan Deep Purple. Dia juga fans sepeda motor Kawasaki.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Perpusnas Hadir Demi Martabat Bangsa

Takaichi berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya berprofesi sebagai karyawan perusahaan mobil, sedangkan ibunya adalah seorang polisi.

Sebelum terjun ke dunia politik, Takaichi yang merupakan alumnus Kobe University, pernah bekerja sebagai penulis, komentator TV, asisten legislatif, dan penyiar. 

Adsense

Dia kemudian terpilih sebagai anggota independen di Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1993. Lalu bergabung dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) pada tahun 1996. 

Baca juga : AS-Indonesia Perkuat Upaya Perangi Kejahatan Keuangan

Sebagai anak didik Shinzo Abe, Takaichi memegang berbagai posisi selama masa jabatan perdana menteri Abe, terutama sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi.

Takaichi merupakan  kandidat dalam pemilihan pimpinan LDP tahun 2021, namun tereliminasi sebelum putaran kedua, dan menempati posisi ketiga.

Tahun 2022 hingga 2024, di bawah kepemimpinan Fumio Kishida, Takaichi menjabat Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi.

Baca juga : Jakarta Menyala: Ketika Flexing Menjadi Bensin Penjarahan

Takaichi mencalonkan diri untuk kedua kalinya sebagai pemimpin partai pada tahun 2024. Saat itu, dia meraih posisi pertama di putaran pertama, tetapi kalah tipis dalam putaran kedua melawan Shigeru Ishiba.

Takaichi kembali mencalonkan diri pada tahun 2025 dan meraih posisi pertama di kedua putaran pemungutan suara. Dia sukses menjadi presiden partai dan mengalahkan Shinjirō Koizumi.

Setelah mencapai kesepakatan koalisi dengan Ishin, Takaichi terpilih sebagai perdana menteri oleh Parlemen Nasional pada 21 Oktober 2025, menjadikannya perdana menteri perempuan pertama di Jepang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense