RM.id Rakyat Merdeka - Enam dekade hidup miskin, akhirnya seorang sopir truk di Jepang mengetahui bahwa dia anak dari keluarga kaya raya. Dia tertukar dengan bayi lain sesaat setelah dilahirkan.
Kasus bayi tertukar ini bukan sekedar kisah sinetron yang menghiasi layar kaca. Namun, kejadian nyata. Kesalahan itu terjadi pada 1953 di Rumah Sakit San-ikukai, distrik Sumida, Tokyo, Jepang.
Baca juga : Terbang Ke Malaysia, Prabowo-Trump Sepanggung Lagi
Setelah menjalani penyelidikan panjang, pengadilan pada November 2013 memutuskan rumah sakit tersebut bersalah dan harus membayar ganti rugi sebesar 38 juta yen (sekitar Rp 4 miliar) kepada sang sopir truk.
Hakim Masatoshi Miyasaka dalam putusannya menyatakan, sopir tersebut terpisah dari orang tua kandungnya sesaat setelah lahir dan tidak akan pernah bisa bertemu mereka. Dia berhak atas kompensasi karena seharusnya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan.
Baca juga : Industri Tekstil Lokal Kini Dapat Angin Segar
Dilansir South China Morning Post (SCMP), Senin (27/10/2025), bertahun-tahun setelah sang ibu dari keluarga kaya meninggal dunia, muncul pertikaian di antara anak-anaknya. Adik-adiknya mulai merasa curiga karena kakak tertua mereka memperlakukan ayah mereka dengan buruk. Bahkan, menaruhnya di panti jompo.
Mereka juga menyadari bahwa wajah sang kakak berbeda dari mereka. Kecurigaan semakin kuat setelah mereka mengingat cerita mendiang ibu bahwa pakaian bayi itu berubah setelah dimandikan perawat di rumah sakit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.