RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhirnya bertemu di tengah panasnya perang dagang. Momen langka itu terjadi di Bandara Gimhae, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). Trump yang biasanya garang dengan China, akhirnya melunak ke Jinping.
Pertemuan dua penguasa ekonomi terbesar dunia itu digelar tertutup, tanpa kemewahan berlebihan. Trump dan Jinping duduk berhadapan, diapit pejabat senior masing-masing.
Sebelum masuk ruang pertemuan, Trump sempat melempar pujian. Ia menyebut Jinping “negosiator tangguh” dan yakin hubungan Washington–Beijing akan “memasuki fase luar biasa”.
Baca juga : Ada Sesi Curhat Buat Menteri Golkar
“Kami akan mencapai kesepahaman yang luar biasa,” ucap Trump, seperti dikutip AFP. Jinping tak kalah halus. Dengan senyum khasnya, ia bilang AS dan China harus bisa jadi mitra sekaligus sahabat, meski sering bersilang pendapat. Stabilitas global, katanya, cuma bisa dijaga kalau dua negara saling menahan diri.
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam empat puluh menit. Tak ada konferensi pers, tak ada deklarasi bersama. Begitu keluar ruangan, Trump langsung naik Air Force One. Jinping pun masuk ke limusinnya.
Namun saat sesampainya di udara, Trump langsung menulis di media sosial bahwa dirinya dan Jinping sudah mencapai deal satu tahun terkait logam tanah jarang (rare earth) — yang bakal dinegosiasi ulang tiap tahun.
Baca juga : BRI Cetak Laba Rp 41,2 Triliun, Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Kerakyatan
Salah satu hasil konkret, tarif fentanyl atau obat opioid sintetis mematikan turun dari 20 persen jadi 10 persen. Total bea masuk AS terhadap barang China juga dikurangi dari 57 persen ke 47 persen.
Sebagai imbalan, China sepakat menekan peredaran fentanyl dan melanjutkan impor kedelai serta produk pertanian AS — komoditas krusial bagi Trump yang sedang bersiap maju ke pilpres, terutama di negara bagian sabuk pertanian. “Xi akan bekerja sangat keras menghentikan aliran fentanyl, penyebab utama kematian akibat overdosis di Amerika,” kata Trump.
Kesepakatan juga merembet ke urusan teknologi. Trump bilang, pembahasan penjualan chip ke China berlanjut, tapi bukan untuk chip Blackwell yang paling canggih. Nvidia disebut bakal berdialog langsung dengan Beijing untuk membahas batasan teknis dan mekanisme pengawasan ekspor.
Baca juga : Nasib Bupati Sudewo Ditentukan Hari Ini...
Trump bahkan menyebut sudah menyiapkan kunjungan balasan ke China pada April tahun depan, demi menandatangani kesepakatan dagang resmi. “Kalau skornya dari 0 sampai 10, pertemuan itu 12,” selorohnya dengan gaya khas penuh percaya diri.
Dari Beijing, Kementerian Perdagangan China mengonfirmasi isi kesepakatan itu. Negeri Tirai Bambu akan menangguhkan pembatasan ekspor logam tanah jarang selama satu tahun, serta menunda langkah balasan tarif terhadap AS. “China akan menangguhkan penerapan langkah pengendalian ekspor yang diumumkan pada 9 Oktober selama satu tahun,” tulis pernyataan resmi Kemendag China. Negeri itu juga menyebut AS menunda aturan baru terkait daftar entitas ekspor teknologi bagi perusahaan China. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.