RM.id Rakyat Merdeka - Zohran Mamdani baru saja terpilih menjadi Wali Kota New York City (NYC), Amerika Serikat (AS), Selasa (4/11/2025). Mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo, politisi Partai Demokrat yang didukung Presiden Donald Trump. Serta politisi Partai Republik Curtis Sliwa. Berikut fakta menarik tentang Mamdani, dikutip dari berbagai sumber:
1. Arti Nama Tengah Kwame
Wali Kota New York ke-111 yang lahir di Kampala, Uganda pada 18 Oktober 1991, memiliki nama lengkap Zohran Kwame Mamdani.
Nama “Kwame” dipilih oleh ayahnya sebagai penghormatan kepada Kwame Nkrumah, Perdana Menteri sekaligus Presiden pertama Ghana.
"Ayah menyematkan nama Kwame untuk saya, karena Kwame Nkrumah adalah pemimpin yang visioner," ungkap Mamdani, seperti dikutip GhanaWeb.
2. Ibu Produser Film, Ayah Dosen
Mamdani tumbuh di lingkungan yang kondusif untuk diskusi sosial, budaya, dan politik. Ayahnya, Mahmoud Mamdani, muslim berdarah India-Uganda adalah seorang akademikus Antropologi & Ilmu Pemerintahan di Columbia University, AS. Sedangkan ibunya, Mira Nair adalah produsen film berdarah India-Amerika yang terkenal, termasuk film Monsoon Wedding.
3. Diaspora Lintas Tiga Benua
Mamdani memiliki pengalaman hidup sebagai diaspora di tiga benua. Ini adalah sesuatu yang cukup langka untuk politisi kota besar di AS.
Mamdani lahir di Kampala, Uganda. Di usia 5 tahun, keluarganya pindah ke Cape Town, Afrika Selatan. Dua tahun berselang atau saat Mamdani berusia 7 tahun, keluarganya hijrah ke NYC, AS.
4. Pernah Jadi Rapper
Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani adalah seorang rapper, yang ngehits dengan nama “Young Cardamom”. Lewat jalur musik, Mamdani yang pernah berkolaborasi dengan rapper HAB, banyak menyuarakan kritik sosial dan politik.
5. Jago Bahasa
Di samping bahasa Inggris sebagai bahasa utama, Mamdani juga menguasai bahasa Hindi-Urdu, Bengali, Spanyol, dan Arab.
6. Ketemu Jodoh Via Aplikasi Kencan
Baca juga : Zohran Mamdani, Politikus Muslim Terpilih Jadi Wali Kota New York Ke-111
Mamdani bertemu jodohnya, ilustrator dan animator berdarah Suriah-Amerika, Rama Duwaji lewat aplikasi kencan Hinge.
7. Aktivis Sejak Muda
Saat kuliah di Bowdoin College (gelar BA Africana Studies, 2014), Mamdani ikut mendirikan chapter Students for Justice in Palestine.
Setelah kuliah, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan untuk membantu keluarga yang terancam digusur.
8. Naturalisasi Sejak 2018
Mamdani resmi menjadi warga negara AS melalui proses naturalisasi pada tahun 2018.
9. Kalahkan Incumbent 4 Periode
Mamdani sukses mengalahkan incumbent empat periode di Pemilihan 2020, Arabella Simotas, untuk kursi Majelis Negara Bagian New York-36 (Queens). Ini merupakan titik awal kemunculannya ke panggung politik yang lebih besar.
10. Wali Kota NYC Termuda Kedua
Mamdani yang akan dilantik pada 1 Januari 2026, tercatat sebagai Wali Kota NYC termuda dalam 100 tahun terakhir. Namun termuda kedua dalam sejarah New York City.
Wali Kota New York John Purroy Mitchel juga berusia 34 tahun ketika menjabat pada 1914, sementara Wali Kota Hugh J. Grant berusia 30 tahun ketika dilantik pada 1889.
11. Wali Kota NYC Muslim Pertama
Mamdani yang menganut ajaran Syiah Dua Belas Imam, menjadi Wali Kota muslim pertama dalam sejarah NYC.
12. Asia Selatan Pertama
Mamdani adalah keturunan Asia Selatan pertama yang menjadi Wali Kota NYC, dalam sejarah 400 tahun kota itu.
Baca juga : Jegal Politikus Muslim, Trump Tebar Ancaman
Dia adalah wali kota imigran pertama sejak Abe Beame yang lahir di Inggris, menjabat pada 1974. Sebelum Mamdani, enam wali kota New York lahir di luar AS.
13. Halalflation Dalam Kampanye
Dalam beberapa video kampanye, Mamdani menggunakan istilah “halalflation” untuk menggambarkan kenaikan harga bahan makanan yang berdampak pada pekerja Muslim/pekerja makanan halal.
Mamdani juga menjelaskan sistem pemungutan suara pilihan rangkap (rank-choice voting) dalam video-bersubjek lassi (minuman yogurt) dan menggunakan Bahasa Urdu sebagai alat komunikasi kampanye.
14. Target Ambisius
Kampanye Mamdani yang fokus pada reformasi sosial dan ekonomi mencakup lima hal penting di bawah ini:
- Bus kota tanpa biaya dan pembekuan sewa pada unit yang sewanya distabilkan.
- Fasilitas child care gratis dan pembangunan 200.000 unit perumahan terjangkau baru.
- Pemerintah kota mengoperasikan lima toko kelontong (masing-masing satu di setiap borough) untuk menurunkan harga bahan makanan.
- Kenaikan upah minimum 30 dolar AS per jam pada tahun 2030.
- Kenaikan pajak terhadap korporasi dan individu yang berpenghasilan di atas 1 juta dolar AS per tahun.
15. Pro Palestina
Mamdani dikenal memiliki sikap keras terhadap isu Israel-Palestina. Dia sering mengkritik perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina, yang disebutnya sebagai genosida di Gaza.
Mamdani secara terbuka menyatakan akan menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu, jika dia menginjakkan kakinya di Kota New York, dengan dalih mematuhi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
16. Tegas Menghadapi Trump
Presiden Donald Trump menyebut Mamdani sebagai "komunis gila". Trump mengancam akan menangkap Mamdani, jika dia nekat menghentikan operasi deportasi oleh ICE (Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS) di New York. Trump bahkan mengancam akan memotong pendanaan untuk New York, jika Mamdani dinilai tak benar.
Merespons hal ini, Mamdani menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk intimidasi. Mamdani memastikan, pihaknya hanya akan bekerja sama dengan pemerintahan Trump, jika itu bermanfaat bagi rakyat New York. Mamdani tidak akan mendukung kebijakan deportasi yang merugikan komunitas migran.
17. Pandangan Terhadap LGBT
Mamdani mendukung Proposal 1, sebuah amandemen tahun 2024 terhadap Konstitusi Negara Bagian New York. Amandemen ini bertujuan menjadikan tindakan diskriminasi berdasarkan etnis, asal kebangsaan, usia, disabilitas, jenis kelamin (termasuk orientasi seksual, identitas gender, dan ekspresi gender), kehamilan, serta layanan dan otonomi kesehatan reproduksi sebagai hal yang inkonstitusional.
Baca juga : BP Tapera Gencarkan Sosialisasi Program Perumahan Di Sumut
Dukungan ini menempatkan Mamdani sebagai sekutu kuat komunitas LGBT di New York.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.