RM.id Rakyat Merdeka - Usai merayakan kemenangannya dalam Pemilu Wali Kota New York awal pekan ini, Zohran Mamdani gerak cepat (gercep) mempersiapkan tim untuk menghadapi kebijakan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kurang dari 24 jam usai kemenangannya diumumkan, Rabu (5/11/2025), politisi Partai Demokrat itu mengumumkan tim transisi yang diisi para srikandi.
Lima sosok profesional dari kaum hawa itu adalah Elana Leopold yang ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Tim Transisi. Leopold dibantu mantan Wakil Wali Kota New York Maria Torres-Springer, mantan Ketua Komisi Perdagangan Federal AS Lina Khan, Presiden dan Chief Executive Officer United Way Grace Bonilla dan mantan Wakil Wali Kota untuk Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan New York Melanie Hartzog.
Langkah Mamdani juga didukung Gubernur New York Kathy Hochul. Banyak pertemuan dijadwalkan, termasuk dengan para pendeta dan kelompok veteran terkemuka di New York. Beberapa di antaranya akan berkumpul di Hari Veteran, pekan depan.
Baca juga : Jelang Sea Games 2025, Kemenpora Koreksi Target Perolehan Emas
“Tujuannya untuk mencegah (kebijakan sepihak Trump-red). Jika kita tidak bisa mencegah, semoga kita bisa menundanya,” ujar Direktur Keamanan Dalam Negeri dan Layanan Darurat Negara Bagian New York Jackie Bray dikutip dari Politico, Jumat (7/11/2025).
Konsolidasi dilakukan untuk mencegah Trump mengirimkan Garda Nasional atau pasukan aktif ke kota tersebut. Para pemimpin New York telah gerah dengan langkah Presiden ke-47 AS tersebut, yang akan mengerahkan Garda Nasional, pasukan Cukai dan Imigrasi (ICE).
Bulan lalu, Gubernur Hochul mengundang beragam kelompok aktivis dan buruh. Seperti American Civil Liberties Union (ACLU), Service Employees International Union (SEIU) lokal yang berpengaruh, dan jaringan akar rumput Indivisible, ke kantornya di Manhattan.
Baca juga : Sanly Liu, Anggun Dibalut Kebaya Garuda
Dalam pertemuan tersebut, dia meminta agar mereka bekerja sama secara konstruktif satu sama lain dan dengan para pejabat New York, untuk menghindari kekerasan atau vandalisme yang dapat mendorong Trump mengerahkan pasukan federal, seperti yang dilakukannya di Los Angeles, Agustus lalu.
Selain itu, Mamdani juga sibuk mempersiapkan tim solid untuk menjadikan Kota New York layak ditinggali dan ramah bagi warganya.
“Dalam beberapa bulan mendatang, saya dan tim akan membangun balai kota yang mampu memenuhi janji-janji kampanye ini,” janji pria berdarah Uganda dan India itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.