BREAKING NEWS
 

DK PBB Sepakati Resolusi Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Trump Bilang Terima Kasih ke Indonesia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Rabu, 19 November 2025 08:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Mesir, Senin (13/10/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengesahkan resolusi usulan Amerika Serikat (AS) untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Presiden AS Donald Trump sangat happy dan memuji keputusan DK PBB ini. Trump juga bilang terima kasih ke beberapa negara, termasuk Indonesia, yang selama ini terus mendorong perdamaian di Gaza.

Dalam pemungutan suara yang digelar Senin (17/11/202), 13 negara memberikan dukungan atas resolusi yang diajukan Presiden Trump. Sementara Rusia dan China memilih abstain dan tanpa mengajukan veto. Karena tidak ada penolakan, maka DK PBB mengesahkan resolusi tersebut. 

Diketahui, resolusi ini mendukung rencana perdamaian untuk Gaza yang diajukan Presiden Trump pada 29 September lalu. Termasuk pembentukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sebagai pemerintahan transisi di Gaza yang akan dipimpin langsung oleh Trump. 

BoP juga diberi mandat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) yang dapat dikerahkan di bawah komandonya. Negara-negara penyumbang personel diwajibkan berkonsultasi dengan Mesir dan Israel.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz menyebut pengesahan resolusi DK sebagai langkah signifikan menuju stabilitas Gaza dan keamanan Israel. "ISF akan menstabilkan lingkungan keamanan, mendukung demiliterisasi Gaza, membongkar infrastruktur teroris, menonaktifkan senjata, dan menjaga keselamatan warga sipil Palestina,” kata Mike seperti dikutip UN News, Selasa (18/11/2025). 

Presiden Trump menyambut gembira resolusi DK PBB tersebut. Menurutnya, pemungutan suara DK PBB sebagai momen yang krusial. Sebab, rancangan resolusi disetujui hampir seluruh anggota, tanpa ada yang menolak. 

“Selamat kepada dunia atas pemungutan suara luar biasa DK PBB yang mengakui dan mendukung Dewan Perdamaian, yang akan saya pimpin bersama para pemimpin dunia yang kuat dan terhormat,” ujar Trump melalui unggahan di Truth Social.

Baca juga : BSN Melesat Jadi Bank Syariah Kedua Terbesar

Menurut Trump, hasil pemungutan suara merupakan salah satu persetujuan terbesar dalam sejarah PBB. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DK PBB, termasuk Rusia dan China. Trump juga menyampaikan terima kasih ke negara-negara yang sebelumnya telah mendukung resolusi perdamaian di Gaza.

"Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Indonesia, Turki, dan Yordania," sebut Trump merinci negara-negara yang dimaksud. 

Senada, Pemerintah Indonesia menyambut positif keputusan resolusi tersebut. Kementerian Luar Negeri menyebut kebijakan yang diputuskan pada 17 November ini dapat memuluskan proses gencatan senjata antara Palestina dan Israel. 

"Dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan di Gaza," jelas keterangan resmi Kementerian Luar Negeri yang diterima wartawan, Selasa (18/11/2025). 

Resolusi ini juga menegaskan pentingnya upaya penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian berkelanjutan melalui penguatan kapasitas Otoritas Palestina. "Bantuan rekonstruksi dan penjagaan perdamaian oleh pasukan stabilisasi internasional atas mandat PBB," tambahnya. 

Adsense

Pemerintah Indonesia kembali menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, khususnya Otoritas Palestina, dalam proses penyelesaian konflik dan pelaksanaan misi perdamaian. "Mandat PBB yang jelas terhadap pasukan penjaga perdamaian untuk mewujudkan solusi dua negara sesuai dengan hukum dan parameter internasional yang telah disepakati," jelasnya. 

Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendukung hak bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat. Salah satu caranya melalui penguatan kapasitas dan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan.

Baca juga : Produk UMKM Diminati Pembeli Mancanegara

Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dan masyarakat internasional untuk mendukung proses perdamaian ini atas nama kemanusiaan. "Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan, memenuhi hak bangsa Palestina untuk merdeka sepenuhnya, dan menciptakan perdamaian yang langgeng di kawasan Timur Tengah," tekan Kemlu. 

Sebelumnya, Indonesia sudah bersiap untuk mengirim 20 ribu pasukan kemanusiaan dan perdamaian untuk dikirim ke Gaza. Penyiapan pasukan itu diungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin usai bertemu Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Major General Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Jumat (14/11/2025).

"20.000 prajurit kita siapkan, sesuai instruksi dan pemikiran Presiden," terang Sjafrie.

Pasukan yang disiapkan adalah prajurit dengan spesifikasi keahlian di bidang kesehatan dan konstruksi, seperti korps Zeni. Jadi, bukan pasukan tempur. Sebab, pendekatan yang digunakan dalam misi ini adalah kemanusiaan, bukan penyerangan (koersif). "Tentu kita menghindari koersif," katanya.

Ada dua opsi jalur dan strategi pengiriman pasukan perdamaian ini ke Gaza. Pertama, pasukan dikirim di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua, di bawah persetujuan organisasi internasional yang diinisiasi Amerika Serikat (AS).

Dia menerangkan, Indonesia akan terlibat mendukung pasukan perdamaian jika sejumlah negara terkait setuju. Terutama negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Sjafrie menambahkan, pasukan perdamaian yang disiapkan akan melakukan operasi peacekeeping, bukan peacemaking. Dalam operasi peacekeeping, harus didahului sejumlah kondisi. 

Baca juga : Pansus Minta Pemprov Kebut Digitalisasi Parkir

"Kalau peacekeeping itu gencatan senjata sudah terjadi, disarmed sudah terjadi. Sehingga pasukan yang akan datang itu sifatnya menjaga perdamaian," jelasnya.

Selain menyiapkan pasukan perdamaian, Indonesia melalui TNI AU terus menyalurkan bantuan rutin logistik melalui airdrop, seperti yang telah dilakukan beberapa kali di tahun ini.

Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan 20.000 personel TNI yang disiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di Gaza berkompeten dan sudah berpengalaman di bidang tugas kemanusiaan. Para prajurit itu  terbiasa menjalankan misi operasi militer selain perang (OMSP) di dalam maupun luar negeri.

Kata dia, 20 ribu personel yang akan dikirim terdiri dari pasukan di bidang kesehatan dan satuan Zeni untuk pembangunan konstruksi. Tugas mereka, lanjut Freddy, yakni membuka layanan kesehatan untuk warga korban perang sekaligus membangun infrastruktur berupaya fasilitas umum.

Para personel tersebut juga akan dilengkapi dengan beragam peralatan penunjang di bidang kesehatan dan pembangunan konstruksi. "Kita siapkan seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergensi, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi," jelas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense