Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bantah Tudingan Ijazah Palsu, 1 Hakim MK Pamer Foto Wisuda
Selasa, 18 November 2025 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hakim Konstitusi Arsul Sani diterpa isu miring. Dia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sekolompok masyarakat atas dugaan ijazah palsu. Bantah tudingan itu, Arsul menggelar konfrensi pers sambil pamerin ijazah, foto wisuda dan bukti-bukti akademik lainnya.
Konfrensi pers digelar di Gedung MK, Jakarta, Senin (17/11/2025. Mengenakan batik gelap, Arsul didampingi Kepala Biro Humas dan Protokoler MK, Pan Mohamad Faiz Kusuma Wijaya. Dalam konfrensi pers itu, Arsul memperlihatkan sejumlah dokumen untuk membuktikan keabsahan gelar doktoralnya.
Salah satu yang ditunjukkannya adalah foto wisuda yang ia terima setelah memperoleh gelar Doctor of Laws (LL.D) dari Collegium Humanum Warsaw Management University (WMU), Polandia. “Di wisuda itulah kemudian WMU juga mengundang Ibu Dubes Indonesia di kota Warsawa (saat itu) Ibu Anita Lidya Luhulima dan kemudian kami hadir, ini foto-foto wisudanya juga,” sebut Arsul.
Baca juga : Bencana Longsor Mengintai, Waspadalah!
Selain foto wisuda, Arsul juga perlihatkan ijazah asli beserta Arsul fotokopi yang telah dilegalisasi KBRI Warsawa. Ada juga hardcopy disertasi, hingga transkrip nilai.
Mantan politisi PPP itu menegaskan, proses akademiknya berlangsung panjang dan tidak instan. Pada 2011, Arsul menempuh studi doktoral melalui Professional Doctorate Program bidang Justice Policy and Welfare di Glasgow Caledonian University, Skotlandia.
Sistem blok yang diterapkan membuatnya harus bolak-balik Jakarta-Glasgow. Tahap kuliah dan penugasan rampung pada 2012, menghasilkan transkrip 180 kredit.
Baca juga : Bicara Pilpres 2029, Hashim Optimistis Prabowo Menang Lagi
Pada 2013, ia memasuki tahap riset dan penulisan disertasi. Namun, aktivitas politiknya ketika mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan tugas-tugas legislasi lainnya, membuat risetnya tertunda.
Meski sempat mengambil cuti tiga tahun, ia akhirnya memutuskan mundur dari program tersebut. “Tahun 2017 itu saya memutuskan untuk exit dari program profesional doktoral di Glasgow Caledonian University,” ungkap mantan Anggota DPR ini.
Meski demikian, Arsul mengaku tetap memperoleh gelar master karena telah menyelesaikan 180 kredit yang dipersyaratkan.
Baca juga : Geram Dituduh Korupsi Bansos, Ratusan Kades Demo Ke DPRD Banyuwangi
Setelah Pemilu 2019, Arsul kembali melanjutkan tekad menyelesaikan studi doktoral melalui skema transfer doktoral di Collegium Humanum Warsaw Management University. Program ini memiliki kemiripan dengan Glasgow sehingga sebagian hasil studinya diakui. “Apa yang sudah saya capai di Glasgow diakui, sehingga saya tidak diwajibkan mengikuti kuliah-kuliah,” ujarnya.
Pada 2021, Arsul mulai menulis disertasinya mengenai kebijakan hukum kontra terorisme pasca Bom Bali. Penelitiannya dilakukan melalui kajian normatif dan wawancara dengan sejumlah pejabat terkait, termasuk eks Kepala BNPT Boy Rafli Amar dan eks Kepala Densus 88 Martinus Hukom.
Ujian promosi doktor berlangsung daring selama pandemi. Pada awal Maret 2023, Arsul resmi mengikuti wisuda di Warsawa bersama sang istri. Dubes Indonesia untuk Polandia kala itu, turut hadir dan berfoto bersama mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya