BREAKING NEWS
 

Di Investment Business Forum, KJRI Shanghai Sentuh Energi Hijau Hingga Pangan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 28 November 2025 22:05 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara perusahaan Indonesia dan China di berbagai bidang, disaksikan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (tengah, belakang) dan Konjen RI Shanghai Berlianto Situngkir (kiri, belakang), di Investment Business Forum, Shanghai, 27 November 2025). (Foto KJRI Shanghai)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, China mengadakan Indonesia Investment Business Forum di Kota Hefei, Kamis (27/11/2025). Forum yang diadakan di salah satu pusat inovasi paling cepat berkembang di Negeri Tirai Bambu ini untuk membicarakan potensi dan perkembangan kerja sama investasi ditengah momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China.

Berbagai isu diangkat. Mulai dari energi hijau, hilirisasi industri, manufaktur berteknologi tinggi, ketahanan pangan, hingga peluang investasi dalam ekonomi digital dibahas para pejabat pemerintah, investor, dan perusahaan terkemuka dari kedua negara.

Kota Hefei sengaja dipilih sebagai lokasi Forum karena dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekspor Hefei berhasil melonjak terutama melalui New Energi Vehicle (NEV) dan Photovoltaic (PV) cells yang meningkat hingga 23,7 perse

Pertumbuhan ekonomi Kota Hefei di 2024 sangat agresif dengan Produk Domestik Brutto (PDB) mencapai 188 miliar dolar AS. Sementara Provinsi Anhui di mana Kota Hefei berada, mencatat PDB sebesar 684 miliar dolar AS di 2025.

Forum dibuka Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir. Dia menekankan pentingnya momentum 75 tahun hubungan diplomatik sebagai babak baru bagi hubungan ekonomi kedua negara.

Baca juga : Indonesia Dorong Bisnis Kehutanan Regeneratif Untuk Ekonomi Hijau Rendah Karbon

 “Prioritas pembangunan Indonesia sebagaimana terefleksikan dalam Asta Cita bertujuan untuk membangun ekonomi yang maju, kuat, dan berkelanjutan," ujarnya. 

Lanjutnya, Hefei merupakan lokasi yang tepat karena melambangkan kemajuan pesat China dalam teknologi dan inovasi.

“Prioritas pembangunan Indonesia sebagaimana terefleksikan dalam Asta Cita bertujuan untuk membangun ekonomi yang maju, kuat, dan berkelanjutan," ujarnya

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Indonesia dan China memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di kawasan.

Adsense

Dia menyoroti potensi investasi di Indonesia terutama di sektor EV dan ekosistem baterai, teknologi digital, serta pertanian dan pangan.

Baca juga : Di Tengah Booming Energi Hijau, Industri Hulu Migas Tetap Jadi Andalan

“Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia telah mendorong rantai pasok baru serta permintaan tinggi untuk produksi pangan, sehingga membuka peluang investasi besar di sektor pertanian, logistik, dan pemrosesan makanan," paparnya.

Di sela-sela Forum, lima Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara perusahaan Indonesia dan China di berbagai bidang telah ditandatangani.

Kelima MoU tersebut meliputi kerja sama pengembangan Electric Vehicle Charging Infrastructure antara Anhui Jianghuai Automobile Group Corp., Ltd. dengan PT. Utomo Mobilitas Bersih Indonesia dan PT. Indomobil Vktr Transportasi.

Kemudian ada kerja sama Indonesia-China Floating PV Industrialisation Capacity Building antara Sungrow FPV Sci&Tech Co., Ltd. dan Utomo SolaRUV.

Ada juga MoU investasi dan pengembangan smart energi power plant di Pulau Galang, Kepulauan Riau antara PT. Wiraraja Strategix dan PT. Dongfang Electric Indonesia.

Baca juga : Di Forum HAPUA, PLN Tekankan SDM Adaptif untuk Energi Masa Depan

Serta MoU kerja sama pengembangan berbagai proyek yang tidak terbatas pada proyek energi terbarukan antara PT. Marubeni Global Indonesia dengan Shanghai Electric Power Transmission and Distribution Engineering Co., Ltd.

MoU investasi di Kaolin dan pada proyek quartz sand deep processing antara PT. Bahan Kuarsa Dua danAnhui Zhenjin Resources Co., Ltd

Dua sesi diskusi yang berlangsung selama forum memberi ruang dialog langsung antara pemerintah, pelaku industri, dan investor.

Sesi pertama membuka diskusi potensi investasi China di Indonesia dan mengenai peran Local Currency Settlement (LCS) antara Indonesia dan China. Sementara sesi kedua berusaha memberikan panduan konkret mengenai berinvestasi di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense