RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pemberlakuan tarif terhadap delapan negara Eropa, yang semula dijadwalkan berlaku pada 1 Februari 2026. Dalam postingan di akun Truth Social miliknya pada Rabu (21/1/2026), Trump mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mencapai kesepakatan awal soal Greenland dan kawasan Arktik.
Delapan negara yang dimaksud adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
“Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif yang telah saya lakukan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kerja untuk sebuah kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan seluruh kawasan Arktik,” papar Trump.
Baca juga : Kandaskan Maroko Di Final Piala Afrika, Senegal Juara Dengan Kekacauan
Jika berhasil diwujudkan, Trump meyakini solusi tersebut akan menjadi hal yang sangat baik bagi AS dan seluruh negara anggota NATO. “Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” ujarnya.
Trump menambahkan, diskusi tambahan terkait Golden Dome dan Greenland saat ini juga tengah berlangsung.
Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Steve Witkoff termasuk dalam jajaran pemerintah AS yang bertanggung jawab atas negosiasi tersebut. Mereka akan melaporkan langsung hasil diskusi kepada Trump.
Tanggapan Sekjen NATO Mark Rutte
Baca juga : Saatnya Pemerintah Ambil Langkah Tegas Dan Terpadu
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengungkap, pembicaraannya dengan Trump tak lagi membahas soal Greenland, apakah akan tetap berada di bawah kekuasaan Denmark atau tidak. Mengingat Trump telah menarik kembali ancaman tarif dan menolak penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih kendali Greenland.
"Masalah itu tidak lagi dibahas dalam percakapan saya malam ini dengan presiden," kata Rutte, seperti dikutip Reuters.
"Dia (Trump) sangat fokus dengan apa yang perlu kita lakukan untuk memastikan perlindungan terhadap wilayah Arktik yang luas, tempat perubahan terjadi saat ini, juga tempat China dan Rusia semakin aktif," sambungnya.
Baca juga : Dobrak Stigma Negatif Kesejahteraan, Erick Godok Skema Dana Pensiun Atlet
Trump sebelumnya berulang kali menyatakan Washington harus memiliki Greenland, bagian otonom dari kerajaan Denmark yang menjadi lokasi pangkalan udara AS, untuk mencegah Rusia atau China menduduki wilayah Arktik yang kaya mineral dan berlokasi strategis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.