Dark/Light Mode

Kandaskan Maroko Di Final Piala Afrika, Senegal Juara Dengan Kekacauan

Selasa, 20 Januari 2026 06:20 WIB
Timnas Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika usai mengalahkan Maroko di final. (Foto: Instagram/footballsenegal)
Timnas Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika usai mengalahkan Maroko di final. (Foto: Instagram/footballsenegal)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertandingan sempat terhenti 10 menit setelah aksi protes Senegal atas keputusan wasit. Sebelum eksekusi penalti pemain Maroko yang gagal, para suporter, pelatih, pemain hingga jurnalis, bikin ricuh di stadion.

Senegal menjuarai Piala Afrika 2025 setelah menekuk Maroko dengan skor 1-0 dalam final di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Maroko. Ini menjadi gelar kedua Piala Afrika bagi Senegal sepanjang sejarah setelah edisi 2021. 

Hasil ini juga memperpanjang penantian Maroko untuk meraih gelar juara Piala Afrika setelah terakhir kali pada 1976 di Ethiopia. Namun, kemenangan Senegal dibumbui oleh kekacauan. Persisnya saat tuan rumah mendapat hadiah penalti pada masa tambahan waktu. 

Baca juga : Ganda Putra Jadi Andalan, Waspadai Non-Unggulan

Keputusan VAR (Video Assistant Referee) wasit Jean-Jacques Ndala atas pelanggaran terhadap Brahim Diaz memicu keributan antara staf teknis dan pemain kedua tim, yang kemudian meluas ke tribun penonton. 

Kelompok suporter Senegal, Gainde, terlihat mulai melompati papan pembatas dan masuk ke lapangan untuk menghadapi para ofisial dan delegasi Maroko. 

Petugas keamanan dan polisi anti-huru-hara terpaksa turun tangan, tapi terlambat membentuk barikade antara penonton dan lapangan. Berbagai benda dilempar ke lapangan, sementara suporter Senegal memanjat papan iklan elektronik dan merusak layar di salah satu sisi stadion. 

Baca juga : Jadi Saksi Nikah, Prabowo-Jokowi Mesra di TMII

Beberapa suporter Senegal ditangkap petugas keamanan. Di tengah kericuhan tersebut, Senegal meninggalkan lapangan atas instruksi pelatih Thiaw. Keputusan itu juga terjadi setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar Díaz di kotak penalti pada menit keenam masa tambahan waktu. 

Di tengah bentrokan lanjutan di lapangan antara Ismael Saibari dan Abdoulaye Seck, serta kartu kuning untuk Mendy karena terlihat mengacak-acak titik penalti, Diaz akhirnya maju sebagai algojo. Namun eksekusi panenka dengan mudah ditangkap oleh kiper Senegal itu. 

Beberapa menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu, Pape Gueye mencetak gol dari luar kotak penalti dan memberi Senegal keunggulan. 

Baca juga : Pesawat ATR 42-500 Tabrak Bulusaraung, 1 Korban Ditemukan Dalam Jurang

Pelatih Maroko Walid Regragui langsung mengkritik pelatih Senegal. 

“Kini, dia berstatus juara Afrika dan bebas berbicara apa pun. Tetapi faktanya, pertanding an sempat terhenti lebih dari 10 menit,” serunya. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.