Dark/Light Mode

KBRI Beijing Fasilitasi Wawancara Deputi Pemasaran Kemenpar Dengan CGTN

Selasa, 21 Oktober 2025 08:37 WIB
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini (kiri) dengan jurnalis media China, CGTN Ioana Gomoi, di KBRI Beijing, China, Oktober 2025. (Foto KBRI Beijing)
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini (kiri) dengan jurnalis media China, CGTN Ioana Gomoi, di KBRI Beijing, China, Oktober 2025. (Foto KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Media memiliki peran penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di China. Untuk mendukung upaya tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing memfasilitasi wawancara khusus (wansus) Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini dengan jurnalis dari China Global Television Network (CGTN) Ioana Gomoi.

Wawancara ini berfokus pada penguatan kerja sama di bidang pariwisata dan budaya antara Indonesia dan China. "Wawancara khusus tersebut menyoroti diplomasi pariwisata sebagai salah satu komponen penting dalam hubungan bilateral antara dua kekuatan ekonomi dan pusat budaya terbesar di Asia," keterangan KBRI Beijing kepada RM.id, Senin (20/10/2025).

Penguatan Kerja Sama Pariwisatan Dan Budaya

Ni Made Ayu membeberkan, kedua negara terus mempererat kolaborasi untuk mendorong arus kunjungan wisatawan, termasuk melalui kemudahan visa dan penambahan rute penerbangan langsung. 

Baca juga : AHY Dukung Langkah Ara Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Pada Mei 2025, terang Ni Made, Indonesia dan China juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama di bidang pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, imbuhnya, China menjadi salah satu pasar utama wisatawan internasional bagi Indonesia. Sementara, Indonesia tetap menjadi destinasi favorit wisatawan Negeri Panda itu.

“Pariwisata bukan hanya soal uang atau ekonomi, tetapi yang penting juga adalah menciptakan pengertian dan respek antarnegara serta menumbuhkan perdamaian,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ni Made Ayu bilang bahwa China sukses menarik minat wisatawan Indonesia melalui warisan budaya, keragaman kuliner, dan pengembangan pariwisata yang inovatif. Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan bebas visa transit yang diberikan pemerintah China termasuk kepada warga negara Indonesia.

Baca juga : Pemerintah Percepat Pembayaran Kompensasi Listrik Dan BBM 2025

Sebagai informasi, melalui promosi “Wonderful Indonesia”, Indonesia ingin terus memikat wisatawan China untuk berkunjung, sejalan dengan semangat kerja sama dalam Belt and Road Initiative (BRI). Kedua negara berkomitmen mendorong wisata berkelanjutan, memperkuat pemasaran pariwisata digital, serta meningkatkan investasi di sektor infrastruktur dan jasa pariwisata. Upaya ini juga mendukung pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi di kawasan.

Wawancara tersebut mendapat sambutan positif dari publik China dan telah dipublikasikan CGTN serta sejumlah media lain di bawah jaringan China Media Group (CMG) dan CCTV. CGTN, yang diluncurkan pada 2016 oleh CCTV, menjangkau ratusan juta pemirsa di seluruh dunia dengan berbagai program yang menyoroti kisah kerja sama, budaya, dan kemajuan bersama antara China dan komunitas global.

Melalui kolaborasi ini, KBRI Beijing berharap kerja sama dengan media China tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga semakin memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar China.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.