BREAKING NEWS
 

Sukseskan Program MBG, JICA Berbagi Pengalaman School Meal Jepang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 6 Februari 2026 16:16 WIB
Perwakilan JICA Takeda Sachiko (kiri), Deputi Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional Tigor Pangaribu, dan salah satu peserta seminar berbincang pada seminar Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (3/2/2026) di Hotel Bidakara, Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan seminar bertajuk "Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi (Shokuiku) dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Praktik Baik Program School Meal Jepang dan Sinergi Lintas Sektor" di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Acara ini diadakan untuk mendukung serta mensukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Para peserta terdiri dari jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, dan Balai Penjamin Mutu Pendidikan diseluruh Indonesia.

Seminar hybrid ini menjadi forum strategis untuk berbagi pengalaman Jepang dalam pengelolaan program school meal yang aman, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan pendidikan. 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam implementasi Program MBG di Indonesia.

Dalam pidato pembukanya, Deputi Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional Tigor Pangaribuan menekankan, pentingnya penguatan kerangka tata kelola, sistem keamanan pangan, serta arah kebijakan strategis sebagai fondasi utama keberlanjutan Program MBG.

Baca juga : Dukung Program JKN, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026

“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan penyediaan makanan, tetapi juga oleh sistem tata kelola yang kuat, jaminan keamanan pangan, serta edukasi gizi yang terintegrasi," ungkapnya 

Dalam hal ini, lanjutnya, pembelajaran dari Jepang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat relevan bagi Indonesia. Chief Representative of JICA Indonesia Sachiko Takeda memperkenalkan dua program pelatihan yang diselenggarakan JICA. 

“Saat ini, program School Meal di Jepang diposisikan sebagai bagian integral dari pendidikan, sekaligus mencakup pengelolaan dan operasional yang komprehensif, mulai dari penyusunan menu, manajemen kebersihan, distribusi, hingga pengembangan kapasitas," paparnya. 

Program school meal, sambungnya, bukanlah model yang seragam untuk diterapkan secara langsung, melainkan inisiatif yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan konteks masing-masing negara dan wilayah. 

Adsense

"Dialog yang berkelanjutan di antara seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang sangat penting dalam proses ini," tegasnya.

Baca juga : BGN Bantah Program MBG Dan Pengangkatan Karyawan SPPG Sedot Anggaran Pendidikan

JICA, sambung Takeda, tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan Pemerintah Indonesia dan akan terus memberikan dukungan sejalan dengan upaya-upaya yang sedang dilakukan Indonesia. 

Pada sesi utama, para pakar dan delegasi dari Jepang bersama Senior Advisor on Nutrition and Health dari Human Development Department JICA memaparkan pengalaman mereka dalam pengelolaan risiko penyakit bawaan pangan.

Tujuan program school meal di Jepang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya makanan dan keseimbangan gizi, tetapi juga untuk memperdalam pemahaman tentang budaya pangan, menumbuhkan kemampuan memilih makanan yang tepat, menanamkan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam produksi pangan, serta mendorong pembentukan hubungan sosial melalui kegiatan makan bersama. 

Selain itu, disampaikan pula, program school meal memiliki peran penting dalam menghubungkan anak-anak dengan keluarga serta komunitas lokal, yang diwujudkan melalui berbagai inisiatif konkret.

Sesi diskusi panel menghadirkan perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Baca juga : KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan KA Jalur Pantura Jateng

Diskusi difokuskan pada langkah tindak lanjut serta upaya penguatan implementasi MBG melalui peningkatan sinergi lintas sektor.

Pada sesi selanjutnya, pakar JICA memaparkan pembelajaran dari kegiatan percontohan (kegiatan pilot) yang sedang dan akan dilaksanakan sebagai pendekatan berbasis praktik untuk menjawab berbagai tantangan operasional dalam implementasi MBG. 

Pembahasan mencakup mekanisme tatabkelola, kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta kesiapan sekolah dalam pelaksanaan Shokuiku.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense