Dark/Light Mode

BSI Siapkan Program Relaksasi & Restrukturisasi Pembiayaan Nasabah Terdampak Bencana

Kamis, 18 Desember 2025 11:41 WIB
Foto: Dok. BSI
Foto: Dok. BSI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memberikan dukungan nyata bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana dengan menyiapkan program relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam memberikan perlindungan dan keringanan kepada nasabah di tengah kondisi force majeure,” kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).

Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah terkait mitigasi penanganan restrukturisasi pembiayaan masyarakat Sumatera (Aceh, Sumatera Barat dan Medan) yang terdampak bencana alam hidrometeorologi.

Anggoro mengatakan, kebijakan relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan ditujukan untuk membantu meringankan beban nasabah agar dapat bangkit melanjutkan hidup, keberlangsungan usaha, dan men-support pemulihan ekonomi pascabencana di wilayah terdampak.

BSI, tegasnya, berkomitmen selalu hadir mendampingi nasabah, khususnya di saat-saat sulit.

“Program relaksasi pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi nasabah untuk fokus pada pemulihan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku,” ujar Anggoro 

Baca juga : Tiba di Padang, Prabowo Kembali Kunjungi Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Anggoro melanjutkan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah, BSI juga memberlakukan tiga fase penanganan nasabah terdampak.

“Fase pertama, restrukturisasi kolektif pemberian masa tenggang (grace period) sejak Desember 2025 hingga Maret 2026,” katanya.

Artinya nasabah yang masuk kriteria tersebut diberikan kelonggaran penundaan pembayaran angsuran pembiayaan. Fase berikutnya adalah terkait relaksasi dalam bentuk restrukturisasi melalui program rescheduling/penjadwalan ulang.

Restrukturisasi dilakukan secara selektif kepada segmen UMKM, Ritel dan Konsumer dengan mempertimbangkan profil risiko, prospek usaha, serta kemampuan bayar nasabah, sesuai dengan ketentuan regulator.

Hingga September 2025, pembiayaan BSI mencapai Rp 301 triliun dimana portfolio didominasi segmen konsumer dan ritel sekitar 72,42 persen dari total pembiayaan.

“Kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF gross 1,86 persen. Artinya secara bankwide, pembiayaan BSI tumbuh solid dan sehat,” ucapnya.

Baca juga : KOPNUS Salurkan Bantuan untuk Anggota Terdampak Bencana di Aceh

Anggoro mengungkapkan, BSI terus berkoordinasi OJK dan Kementerian serta berbagai instansi terkait, termasuk Pemerintah Daerah dan lembaga penanggulangan bencana.

“Terutama dalam menjaga setiap opsi relaksasi dapat diarahkan secara hati-hati, dan tetap selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG),” ujarnya.

Anggoro berharap, masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan bersiap untuk bangkit.

BSI juga menganjurkan nasabah terdampak bencana di wilayah Aceh menghubungi kantor cabang BSI terdekat atau layanan BSI Call Center 14040, guna memperoleh informasi lebih lanjut terkait mekanisme dan persyaratan program relaksasi pembiayaan ini.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Serta, memperkuat ketahanan sosial melalui layanan keuangan syariah yang amanah, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca juga : Kapolri Tinjau Pembersihan SD Dan Masjid Terdampak Bencana Di Aceh Tamiang

Dalam kondisi pemulihan ini, BSI juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan BSI, seperti permintaan data pribadi dan rahasia ataupun penawaran pemberian hibah.

Hingga hari ini, Kamis (18/12/2025), sebanyak 140 dari 145 kantor cabang BSI di Aceh telah beroperasi normal, mencapai 97 persen dari total jaringan.

Bukan hanya kantor cabang, layanan BSI di antaranya 715 ATM BSI (78 persen normal) dan 17.126 BSI Agen laku pandai (89 persen dapat diakses) sudah bisa diakses di Aceh.

Nasabah dihimbau untuk bisa bertransaksi melalui BYOND by BSI, BSI Agen terdekat dan juga jika ada keluhan bisa menghubungi BSI Call 14040. Hal ini untuk memudahkan layanan dan effisiensi waktu di jalan.

“BSI berkomitmen melayani sepenuh hati juga terus dilakukan di Aceh baik dari sisi optimalisasi layanan, dukungan restrukturisasi pembiayaan maupun support bantuan yang saat ini sekitar 105 ton bantuan logistik,” pungkas Anggoro.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.