BREAKING NEWS
 

Berpetualang Di Pegunungan Bersalju Swiss (5/Selesai)

Schilthorn & Rigi, Surganya Penggila Aktivitas Outdoor

Reporter & Editor :
KARTIKA SARI
Senin, 9 Februari 2026 07:40 WIB
Para jurnalis peserta media trip saat berlatih ski di Murren, Pegunungan Schilthorn, Swiss. (Foto: Ferani Heng/Switzerland Tourism Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka Kartika Sari, mengikuti Media Trip bertajuk “Beginner’s Guide to Winter” pada 25–31 Januari 2026 di Swiss atas undangan Switzerland Tourism di Indonesia. Seluruh rangkaian acara digelar outdoor, di tengah hamparan salju. Kami menjajal olahraga snowboard, ski, sledding, snowshoe hiking dan thrill walk di alam pegunungan yang alami. Sebuah petualangan menantang yang memicu adrenalin, sekaligus jadi pengalaman yang mengesankan dan super fun. Berikut laporannya.

Swiss adalah surganya untuk para penggila aktivitas outdoor di musim dingin. Beberapa lokasi favorit untuk olahraga outdoor ekstrem di Swiss di antaranya Pegunungan Schilthorn dan Pegunungan Rigi. Pemandangan alam dan hamparan salju di dua pegunungan ini, sangat cantik dan stunning. Jutaan turis dari berbagai negara, datang setiap tahun. 

Menurut Martin Mathis, tour guide dan instruktur sledding dari Grindel­­wald, Pegunungan Schilthorn, mayo­ritas turis mancanegara yang datang ke Swiss adalah dari Amerika Serikat (AS), Kanada, Prancis, Jerman dan Italia. Sedangkan dari Asia kebanyakan asal Korea Selatan dan India. 

“Mereka terbang ke Swiss, selain untuk bermain ski, juga melakukan aktivitas outdoor lainnya. Untuk turis Korea, biasanya datang untuk membuat konten di media sosial. Sedangkan turis dari India, lebih banyak saat musim panas,” jelas Mathis. 

Selain keindahan alamnya, Swiss juga dikenal yang sebagai pembuat jam bermerek kelas dunia seperti Rolex, Omega, Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Tag Heuer. Serta sebagai penghasil keju, susu, daging sapi dan cokelat berkualitas tinggi. 

Baca juga : Widyanti Putri Wardhana: Pertumbuhan Wisata Berdampak Pada UMKM

Yang menarik, meski menjadi bagian dari anggota negara Schengen, namun Swiss tidak menggunakan mata uang Euro. Swiss punya mata uang sendiri, Swiss Franc yang disingkat CHF. 

“Mungkin karena nilai Swiss Franc lebih tinggi dibanding Euro, makanya mereka tak mau ganti mata uang,” jelas Market Representative Switzerland Tourism Indonesia, Ferani Heng. 

Sebagai informasi, 1 CHF sekitar Rp 21.700. Sedangkan 1 Euro sekitar Rp 19.800. 

Swiss dinobatkan sebagai salah satu negara termahal di dunia. Harga kebutu­han barang sehari-hari di sana selangit. Tak heran, untuk traveling ke Swiss, harus merogoh kocek tebal. Terutama bagi orang Indonesia yang penghasilannya dalam rupiah. 

Adsense

Saat kami mampir ke supermarket terbesar di Swiss, yaitu Coop, di rak terpampang harga keripik kentang merek Zwifel 5 CHF atau sekitar 108.500. Lalu harga cokelat merek Suisse yang dibanderol 3 CHF atau sekitar Rp 65.000 dan harga sebotol air mineral ukuran kecil sekitar 1,2 CHF atau sekitar Rp 32.500. 

Baca juga : Rycko Menoza: Konektivitas Daerah Masih Lemah

Namun, meskipun harga makanan, hotel dan kebutuhan lainnya mahal banget, negara yang dikelilingi Pegunungan Alpen yang epic ini, nggak pernah sepi dari turis. Terutama bagi para pecinta aktivitas outdoor yang memicu adrenalin. 

Bermain Sledding 

Selain olahraga snowboard dan ski, aktivitas outdoor lainnya yang kami ikuti adalah sledding. Sledding adalah aktivitas olahraga musim dingin, dengan cara meluncur menuruni bukit bersalju dengan posisi duduk di atas kereta luncur. 

Perlengkapan yang dipakai untuk main sledding, mirip dengan ski atau snowboarding. Yaitu helm, sarung tangan, outfit dan sepatu anti-air plus kacamata. Bedanya hanya jenis sepatu dan papan kereta luncur yang digunakan. 

Selama di Swiss, kami berlatih sledding beberapa kali. Yang pertama, di Grindelwald, Pegunungan Schilthorn. Tour guide sekaligus yang mengajari kami bermain sledding adalah Martin Mathis. Sedangkan yang kedua, kami berlatih sledding di Desa Murren, masih di kawasan Pegunungan Schilthorn. Nama tour guide dan instrukturnya di Desa Murren adalah Hans Heimann. Lalu yang terakhir, di Pegunungan Rigi. 

Di pagi yang lumayan cerah, kami naik cable car (kereta gantung) untuk mencapai wilayah Pegunungan Schilthorn. Selama perjalanan dengan cable car, mata kami tak bisa berkedip menikmati keindahan alam pegunungan yang sangat indah dan alami. Kami pun sibuk mengambil foto dan video dari balik kaca cable car yang pagi itu tertutup embun, sehingga harus dibersihkan dulu. Tiba di lokasi, tampak hamparan lapangan salju putih yang cantik. Di sana, sudah banyak orang yang bermain ski, snowboarding dan sledding. 

Baca juga : Kemensos Matangkan Program MBG Untuk Para Lanjut Usia

Sebagai pemula, tentu kami sangat penasaran untuk menjajal olahraga ini. 

Menyaksikan Mathis dan Heimann meluncur, asyik banget. Keduanya tampak tak mengalami kesulitan, meskipun medan salju yang dilewati menurun terjal, dan berbelok tajam. Selanjutnya giliran kami mempraktikkan apa yang mereka ajarkan. 

Lokasi sledding di Desa Murren, lebih menantang dan panjang ketimbang di Grindelwald. Di Desa Murren, belokan dan turunannya jauh lebih tajam, dengan jurang yang menyeramkan di sepanjang jalurnya. Kami diingatkan untuk mengambil posisi di sebelah kanan, jika di sebelah kiri ada jurang atau sebaliknya. Saya dan peserta lainnya, sempat terjatuh. Beruntung kami semua selamat dan tidak ada yang mengalami cedera parah. 

Bermain sledding lebih menyenangkan dan mengesankan. Meluncur sambil menikmati pemandangan pegunungan yang luar biasa indah bak di negeri dongeng ini, menjadi pengalaman indah yang tak akan pernah terlupakan. Semoga saja suatu hari nanti, saya akan mendapat kesempatan untuk kembali berkunjung ke Swiss saat summer (musim panas) atau spring (musim semi) yang konon tak kalah cantiknya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense