Dark/Light Mode

Peringati HUT Ke-18, Kemenangan Gerindra Buah Dari Kesabaran Dan Disiplin

Senin, 9 Februari 2026 06:40 WIB
Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti. (Foto: Instagram/azis.subekti)
Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti. (Foto: Instagram/azis.subekti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesuksesan Partai Gerindra memenangkan Pemilu Presiden 2024, hingga sampai pada usia 18 tahun bukan dicapai dengan cara instan. Kemenangan Gerindra merupakan buah dari kesabaran dan kedisiplinan.

Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti menceritakan, kesuksesan Partai Gerindra memenangkan Pemilu Presiden 2024, hingga sampai pada usia 18 tahun sekarang ini, bukan dicapai dengan cara instan. Kemenangan Gerindra merupakan buah dari kesabaran dan kedisiplinan. 

“Pernyataan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan kemenangan, melainkan sebagai penanda jalan. Dalam politik, kemenangan yang tidak disertai ingatan kerap menjadi awal dari kelalaian,” ujar Azis di Jakarta, Minggu (8/2/2026). 

Diketahui, Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Partai ini meraih sukses di Pemilu 2024 dengan memenangkan Ketua Umum (Ketum) Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Di Pileg, Partai Gerindra finish di peringkat ketiga dengan 86 kursi di DPR. 

Baca juga : Danantara Resmikan Proyek Hilirisasi Fase I Senilai 7 Miliar Dolar AS

"Perjalanan Gerindra yang lahir 2008 silam bukan dari kelapangan kekuasaan, melainkan dari rasa belum selesai terhadap arah republik. Sejak awal, partai ini memilih jalur yang tidak selalu nyaman: membangun organisasi lebih dulu, menunda euforia," jelasnya. 

Sejak itu, kata Anggota Komisi II DPR ini mengatakan, struktur partai diperkuat sebelum sorotan datang, kader dipersiapkan sebelum kursi tersedia. Pilihan itu, kata dia, membuat Gerindra kerap dipandang kaku, tetapi justru memberi daya tahan ketika politik nasional bergerak cepat dan sering kehilangan arah. 

"Masuk parlemen pada 2009, bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan awal. Di fase ini, Gerindra belajar bahwa suara rakyat bukan hadiah, melainkan titipan yang menuntut kerja berulang," ujarnya. 

Azis mengatakan, politik sebagai rutinitas yang melelahkan. Mulai dari mengunjungi daerah, menjaga struktur, serta merawat keyakinan bahwa partai harus tetap hidup meski belum menang. Dari setiap kegiatan tersebut, kata dia, watak jangka panjang mulai terbentuk. 

Baca juga : Pusat-Daerah Bersinergi Ubah Sampah Jadi Energi

"Nah, kekalahan dalam Pilpres 2009 dan 2014 menjadi momen pembelajaran penting. Prabowo Subianto kalah, tetapi partai tidak runtuh. Justru pada titik itu, kesetiaan terhadap proses diuji," ujarnya. 

Gerindra, kata dia, memilih berada di luar pemerintahan dengan kesadaran bahwa oposisi bukan sekadar sikap, melainkan fungsi. Kritik, kata dia, diarahkan untuk menjaga kewarasan demokrasi, bukan merawat dendam. 

“Partai belajar berdiri tegak tanpa kekuasaan. Pelajaran yang mahal, tetapi membentuk karakter,” ujar Azis. 

Namun, kata Azis, 10 tahun berada di luar pemerintahan juga memberi pelajaran lain. Yaitu, oposisi yang terlalu lama dapat berubah menjadi identitas kosong jika tidak disertai refleksi. Pun, kata dia, kekalahan ketiga pada Pilpres 2019 memaksa Gerindra bercermin lebih dalam. 

Baca juga : King MU Kembali

"Keputusan masuk ke pemerintahan kala itu bukan lompatan emosional, melainkan langkah sadar untuk membaca ulang medan politik tanpa kehilangan prinsip. Dari luar tampak kontradiktif. Dari dalam, itu adalah keberanian untuk berubah posisi,” tuturnya. 

Azis melanjutkan, perubahan itu perlahan menggeser persepsi publik terhadap Prabowo Subianto. Dari figur perlawanan, kemudian tampil sebagai sosok yang bekerja dalam sistem, berbicara tentang stabilitas, dan menjadikan pengalaman sebagai modal politik. 

"Transformasi tersebut, tidak terjadi seketika. Berjalan seiring perubahan cara partai mengelola pesan. Yaitu lebih tenang, terukur, dan lebih sadar bahwa pemilih Indonesia telah berubah, lebih muda, lebih cair, dan kurang tertarik pada konflik lama," ujarnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.