RM.id Rakyat Merdeka - Singapura kembali dinobatkan menjadi negara yang paling tak korup di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2025, serta negara ketiga paling bersih dari korupsi di dunia, berdasarkan laporan Corruption Perceptions Index (CPI) yang dirilis lembaga pemantau antikorupsi global, Transparency International pada Selasa (10/2/2026). Prestasi serupa juga diraih Singapura pada tahun 2024.
Dalam penilaian terbaru Transparency International, Singapura memperoleh skor 84 dari maksimum 100. Tahun 2023 dan 2024, Singapura membukukan angka 83 dan 84.
Skor tertinggi Singapura terekam pada tahun 2012 dengan nilai 87, ketika Transparecy International memperbarui metode penilaiannya.
Baca juga : Pipa Gas WNTS-Pemping Mulai Konstruksi, Perkuat Listrik Batam dan Sumatra
Dalam pernyataan yang dirilis pada 10 Februari, Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) menjelaskan, kinerja kuat Singapura dalam peringkat anti korupsi tahun ini didorong oleh undang-undang yang kokoh, penegakan hukum yang efektif, serta masyarakat yang waspada.
“Sikap tak toleran terhadap korupsi dan tekad kolektif untuk melakukan hal yang benar, merupakan landasan reputasi Singapura menjadi negara yang bersih dan bebas korupsi," demikian pernyataan tersebut seperti dikutip The Straits Times, Selasa (10/2/2026).
Hanya saja, meski meraih skor tinggi dalam peringkat, Singapura menghadapi sorotan terkait dugaan memfasilitasi pergerakan uang kotor.
Denmark Juara Umum Anti Korupsi
Baca juga : Sarwendah Jaga Nama Baik Anak, Tempuh Jalur Hukum
Denmark, yang mencatatkan skor 89 pada 2025, dinobatkan menjadi negara paling tak korup sejagat, untuk kedelapan kali berturut-turut. Diikuti Finlandia (88), Singapura (84), Selandia Baru (81), Norwegia (81), dan Swedia (80).
Laporan CPI terbaru melakukan pemeringkatan terhadap 182 negara dan wilayah, berdasarkan tingkat korupsi sektor publik yang dipersepsikan oleh para ahli dan pelaku bisnis.
Korupsi Memburuk Secara Global
Laporan tersebut menunjukkan bahwa korupsi memburuk secara global, dengan skor rata-rata dunia turun dari angka 43 menjadi 42 pada 2025.
Baca juga : Gubernur Pramono Anung Tolak Buzzer, Pilih Komunikasi Publik Dua Arah
Hanya lima negara yang berhasil meraih skor di atas 80. Jauh lebih sedikit dibanding 12 negara pada satu dekade lalu. Lebih dari dua pertiga negara mencatat skor di bawah 50.
Area lain yang menjadi perhatian adalah menurunnya kinerja negara-negara demokrasi, yang biasanya berada di peringkat lebih tinggi dibanding negara otokratis.
Negara-negara yang skornya turun pada 2025 dibandingkan 2024 antara lain Amerika Serikat (64), Selandia Baru (81), Inggris (70), dan Prancis (66).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.